Ozawa : “You are so special, Indonesia..!”

17 11 2009

Problem :

Geger luarbiasa terjadi ketika dilansir kepastian pembuatan film “Menculik Miyabi”.

Banyak yang tertipu hunting dvd-nya di Glodok. Mau dapat film action “motivator ulung”, malah dikerjain pedagang. Isi dvd-nya ternyata film Tom & Jerry.

Banyak aktor ngebel sutradara dan produser merengek ikut berperan dalam film tersebut. Ga dibayar ga pa2 deh.

Ehem…ehem…ada yang booking “dinner bersama Miyabi” ga ya? Kalo saya produsernya, pasti ada tuh. Satu orang 100 juta mungkin tetap banyak yang mau ya? Wah kalo tarif malamnya mah terserah masing-masing. Ehem…apa memang direncanakan juga ya?

Siapa sih atau apa sih Miyabi?

Miyabi adalah sebuah seri film dvd porno yang dibintangi oleh seorang Maria Ozawa. Paras dan bodinya yang cantik memang telah menjadi motivator serta konsultan ulung para pria.

Kembali kepada soal protes.

Banyak protes dilayangkan atas dasar predikat pekerjaan Maria Ozawa. Padahal Sutradara film, “Menculik Miyabi”,Rako Prijanto, telah menyakinkan bahwa Maria Ozawa tidak akan tampil sebagai sang “motivator” Miyabi.

Lepas dari pro dan kontra tersebut…

Jika Anda adalah Marketing / Brand Manager

Ada 2 Tantangan kali ini:

1) Bila Maria Ozawa tidak akan berperan sebagai sang “motivator” Miyabi, apakah film ini bisa laku terjual? Ingat, orang mengenal Maria Ozawa dari image-nya. Jangan-jangan datang menonton juga karena berharap membayangkan sang “motivator”. Gimana caranya supaya laku terjual?

2) Masih ingat film “Hancook”, dimana ada seorang PR consultant yang membantu Hancock berubah menjadi seorang superhero yang dicintai masyarakat ? Bila Anda adalah seorang PR consultant, strategi apakah yang akan Anda lakukan untuk mengubah citra seorang Maria Ozawa? Perubahan dandanan atau pakaian saja hanyalah asesoris penguat image saja.

Solution – Marketing Club 3rd Winner ISeNG XVIII

Pertanyaan tentang bagaimana supaya film itu laku, cukup sederhana, karena nama Miyabi sendiri sudah membuat buzz yang cukup besar sehingga film itu ditunggu-tunggu orang, jadi kalau ditanya akan laku atau tidak, pasti laku, mengapa ? berikut penjelasannya :

Saya akan memulai dengan mengajak kita semua memikirkan kembali, apa yang membuat sang artis ini terkenal di Indonesia ? pertanyaan ini mengesampingkan tentang jenis film yang dia mainkan di Jepang. Jawabannya sebenarnya cukup sederhana, yaitu kecantikan Ozawa yang cocok dengan selera cowo-cowo di Indonesia, karena kalau dilihat, Ozawa memiliki kecantikan yang berbeda dengan artis-artis Jepang lainnya, Ozawa memiliki wajah Indonesia.

Sehingga sekarang tantangannya adalah bagaimana membuat orang-orang yang datang menonton bukanlah orang-orang maniak JAV yang mengharapkan adegan-adegan yang sudah jelas-jelas gak mungkin ada.

Menjawab tantangan itu ditambah dengan latar belakang mengapa dari sekian banyak artis JAV hanya Miyabi yang terkenal di Indonesia, maka solusi yang akan saya ambil memang lebih banyak ke strategi PR yang dibungkus dengan serangkaian acara, untuk menyatakan secara implicit bahwa tidak mungkin Ozawa melakukan peran Miyabi yang tidak senonoh di Menculik Miyabi, keseluruhan program akan dinamakan Ozawa : “You are so special, Indonesia..!”

Pemilihan kata Ozawa sendiri adalah karena Miyabi (yang merupakan nama panggung dari Ozawa) sudah lekat sekali dengan JAV, jadi dari semua program, Ozawa akan dipanggil Ozawa, bukan Miyabi. Sehingga kalau boleh dibilang, Brand yang kita tonjolkan adalah “Ozawa”, bukan “Miyabi”-nya. Kemudian pemilihan tema ini juga lebih untuk menciptakan sosok Ozawa yang kagum akan budaya Indonesia yang penuh santun dan sangat welcome.

1. Siapa yang lebih kenal Indonesia ?

Aktivitas ini akan diadakan bekerja sama dengan salah satu program Quiz di televisi, konsepnya adalah kita menanyakan beberapa pertanyaan seputar Indonesia, misalkan pakaian adat orang Papua, atau yang umum seperti berapa jumlah propinsi di Indonesia. Tentunya behind the scene, Ozawa akan di brief dulu tentang pertanyaan yang akan ditanyakan, sehingga kira-kira 80% sampai 90% pertanyaan bisa dijawab dengan benar. Sedangkan orang Indonesia yang ditanyakan langsung dipilih random dari Jalanan dan ditanya di jalanan itu juga…

Contoh :

Scene 1 – Pembawa acara menanyakan “Apa nama ibukota Kalimantan Barat ?”

Scene 2 – Ozawa tampak berpikir / menjawab dengan tegas “Pontianak”

Scene 3 – WNI 1 di jalanan : “Emm… Makassar ?”

Scene 4 – WNI 2 di jalanan : “Banjarmasin!!”

Tentu saja scene 3 dan 4 bisa dilanjutkan scene 5 dan seterusnya, dan yang ditampilkan dipilih yang menjawab salah, dan sedikit dari yang menjawab benar

Aktivitas ini pada endingnya akan menanyakan kepada Ozawa, mengapa dia sangat mencintai Indonesia. Tujuannya adalah menyadarkan orang-orang di Indonesia bahwa seorang Ozawa ternyata juga mencintai Indonesia, bahkan mungkin lebih dari orang-orang Indonesia sendiri yang terkadang malah lebih mencintai Negara lain sampai-sampai sok-sok-an merasa pantas menilai sesuatu secara tidak bijaksana. Sebagai penutup, Ozawa akan meneriakan “You Are So Special, Indonesia…!!”

2. Memasak Kuliner Indonesia bersama Ozawa

Aktivitas ini juga akan dijalankan bekerja sama dengan acara info kuliner yang ditayangkan ketika jam makan siang, disini pembawa acara akan berperan sebagai tour guide untuk Ozawa yang merekomendasikan satu restoran dengan sajian masakan khas Indonesia. Ozawa akan mencicipi makanan-makanan khas Indonesia dan akan belajar memasak makanan yang paling dia sukai dengan dalih agar dia tetap bisa menikmati kuliner Indonesia kesukaannya di negara asalnya. Behind the scene tentu saja Ozawa akan dipandu oleh koki yang berpengalaman di dapur maupun di depan kamera, sehingga Ozawa dalam memasak akan terlihat sedikit ahli namun kebanyakan amatirnya.

Aktivitas ini pada endingnya akan menanyakan kepada Ozawa, apa beda yang paling mendasar antara makanan Indonesia dan Jepang. Tujuannya adalah terjadi pertukaran budaya secara sederhana pada acara ini, juga selain itu agar pada muda-mudi sadar bahwa kuliner merupakan kebudayaan juga, jangan sampai Nasi Padang kita di klaim menjadi milik Malaysia. Sebagai penutup juga, Ozawa akan meneriakan “You Are So Special, Indonesia…!!”

3. Ozawa dan tari tradisional Indonesia

Ozawa akan menampilkan salah satu tarian tradisional Indonesia dalam kostum tarian tradisional Indonesia. Tentunya sebelum tarian ditampilkan, akan ditampilkan juga Video dokumentasi perjalanan Ozawa dalam latihan menari tarian yang akan ditampilkan. Tarian dan video akan ditampilkan pada aktivitas nomor 4 dibawah.

Aktifitas ini diharapkan dapat membuka mata rakyat Indonesia, bahwa budaya tari daerah itu harus dan pantas kita lestarikan. Jangan sampai goyang ngebor ala inul disangka sebagai tari tradisional Indonesia.

Pada acara ini juga akan ditampilkan juga penari modern dance Indonesia yang juga akan menampilkan tarian modern dance yang lebih akrab dimata rakyat Indonesia saat ini. Dengan catatan yang sangat penting, tarian modern dance itu akan banyak menyerap unsur-unsur tarian tradisional yang baru saja dibawakan oleh Ozawa. Tujuannya adalah agar masyarakat Indonesia bisa melihat kreativitas hasil karya orang Indonesia, kita bisa melihat bahwa tarian tradisional ternyata sangat indah dan tidak membosankan.

4. Puncak Acara – Ozawa : “You Are So Special, Indonesia..!”

Pada puncak acara, akan bekerjasama dengan satu acara show yang campur-campur, acara yang didalamnya ada lawak, ada music, ada gossip, ada talk show, dan lain-lain. Disini Ozawa akan diinterview dengan pertanyaan-pertanyaan yang sama sekali tidak menyinggung Miyabi sang artis JAV, melainkan pertanyaan hanya akan seputar pengalaman dia selama di Indonesia dan kesan setelah berinteraksi dengan orang-orang Indonesia. Pertanyaan seputar aktifitas-aktifitas diatas (program 1 sampai 3) juga bisa menjadi pembahasan yang baik. Ozawa akan menjawab pertanyaan dengan jawaban-jawaban yang menunjukan kekaguman Ozawa pada Indonesia, tentang bagaimana seharusnya kita sebagai orang Indonesia bangga akan budaya kita dan saling bahu-membahu membangun bangsa.

Pada acara ini juga sekilas perjalanan Ozawa di Indonesia akan ditampilkan melalui Video, dan ditutup dengan rangkaian tarian tradisional pada program nomor 3 yang akan dibawakan oleh Ozawa. Tentu saja kata-kata “You are so special, Indonesia..!” juga akan diteriakan di akhir acara.

Dengan tidak melupakan bahwa cukup banyak juga artis film dewasa yang kembali ke jalan yang benar, maka melalui rangkaian Ozawa : “You are so special, Indonesia”, Ozawa bisa menciptakan image bahwa Ozawa akan memulai bermain dalam film untuk segala umur dan itu dimulai karena fansnya di Indonesia.





Bagaimana Mendapatkan Rp 1 Miliar dalam 3 Hari

17 11 2009

Saya akan mengajari Anda trik melakukan tipuan yang gampang namun mujarab. Di Inggris, tipuan ini konon dilakukan para bandar kepada para penggemar sepakbola untuk memasang taruhan skor pertandingan. Tapi kali ini akan saya jelaskan aplikasinya untuk dunia investasi karena lebih applicable. It does work, karena orang-orang kebanyakan ketika berurusan dengan uang cenderung bodoh, ignorant, sekaligus serakah (greed), sehingga trik ini hampir pasti 100% berhasil.

Pertama, kumpulkan daftar kontak 1,000 orang—-bisa offline atau online. Anda bisa memanfaatkan buku/direktori telepon, buku alumni, daftar email, Facebook, Twitter, dan masih banyak lagi. Katakan pada mereka bahwa Anda punya informan/orang dalam yang terpercaya, atau katakan bahwa Anda punya metode analisis saham yang sangat canggih, dan Anda tahu 100% seperti apa harga saham X selama 3 hari ke depan.

Yakinkan kepada mereka bahwa mereka mungkin tidak percaya kepada Anda, tapi Anda punya sesuatu yang sangat valid dan tidak dimiliki investor lain. Sebagai pembuktian (free trial), Anda akan menginformasikan pada mereka pergerakan salah satu saham (misalnya saham X) selama 3 hari ke depan secara cuma-cuma.

Kemudian, bagi 1,000 kontak tersebut jadi dua kelompok (masing-masing 500 orang). Kepada kelompok pertama, Anda mengatakan bahwa saham X besok pagi akan naik. Sementara kepada kelompok kedua, Anda mengatakan bahwa saham X akan turun. Ternyata keesokan harinya saham X naik. Lupakan kelompok kedua. Hubungi lagi kontak Anda di kelompok pertama. Katakan, “Tuh kan bener metode/informasi saya. Coba kita lihat lagi besok pagi.”

Bagi kembali kelompok kedua jadi dua (masing-masing 250 orang). Kepada 250 orang pertama, Anda mengatakan bahwa besok saham X akan naik. Sebaliknya, kepada 250 kedua, Anda mengatakan bahwa saham X besok akan turun. Ternyata saham X keesokan harinya turun. Lupakan kontak 250 orang pertama tadi. Hubungi kembali kontak 250 orang Anda yang kedua. Lakukan lagi trik serupa. Bagi 250 orang tadi jadi dua kelompok, masing-masing 125 orang, katakan pada 125 orang pertama bahwa saham X besok akan naik, dan kepada 125 orang lainnya bahwa saham X akan turun.

Kalau ternyata besok saham X turun, maka Anda hanya perlu fokus pada 125 orang terakhir. Mereka akan menganggap Anda seorang “dewa” karena mampu menebak harga saham secara tepat selama tiga hari berturut-turut. Dijamin, 125 orang tersebut mau melakukan apa saja karena Anda sudah terbukti “jagoan” dalam menebak harga saham.

Sekarang tinggal bagaimana Anda “memanfaatkan” 125 orang calon korban tersebut. Misalnya, Anda bisa menjual membership situs Anda yang berisikan tebakan terhadap harga saham-saham lainnya dengan iuran keanggotaan misal Rp 1 juta sebulan. Atau, Anda bisa memprospek agar mereka mau “menitipkan” investasi misal Rp 10 juta saja kepada Anda untuk Anda kelola. Jadilah kreatif. Gunakan imajinasi Anda.

Kalau Anda ingin mendapatkan tangkapan yang besar, Anda harus melakukan tipuan jangka panjang (long con). Caranya, lakukan tipuan tadi selama 1 minggu atau 2 minggu agar calon korban lebih percaya kepada trik Anda. Ada baiknya Anda mengumpulkan daftar kontak yang lebih besar. Misalnya Anda punya 1 juta kontak, dengan metode tersebut (split half, keep contacting correct leads), selama seminggu Anda akan punya 15 ribu kontak yang percaya kepada Anda.

Makin besar daftar kontak Anda tentu makin besar pula jumlah yang calon korban yang bisa Anda tipu. Anda bisa juga memanfaatkan orang lain supaya bisa menjangkau daftar kontak yang lebih banyak. Gunakan trik-trik persuasif dan buat twists sebagai bumbu jualan. Kalau perlu gunakan metode viral, kepada calon korban Anda, bujuk supaya mereka mau mengajak teman/saudara dengan iming-iming persentase keuntungan.

Dengan asumsi Anda punya 1,000 kontak dan melakukan tipuan ini selama 3 hari, maka Anda akan punya 125 orang calon korban. Seandainya masing-masing menitipkan Rp 10 juta kepada Anda, maka Anda akan mendapatkan Rp 1,25 miliar. Not a bad idea. Jaman serba susah begini, nggak gampang lho mendapatkan Rp 1,25 miliar dalam 3 hari tanpa perlu susah payah.





Mengapa Malaysia bisa lebih baik dari Indonesia ?

6 11 2009

Pertanyaan ini muncul dibenakku jauh sebelum Malaysia mulai mencuri satu per satu budaya negara lain. Selama ini aku ke negeri jiran itu hanya karena urusan bisnis, dijamu dan dihadapkan pada orang-orang super ramah. Sehingga aku tidak begitu mendapatkan jawabannya selama itu. Yang bisa kusimpulkan hanyalah disiplin diri terhadap peraturan, pelayanan yang maksimal, serta penguasaan bahasa inggris dan mandarin adalah kuncinya. Namun dari pengalamanku pergi ke Kuala Lumpur untuk berlibur aku menemukan beberapa hal yang cukup mengejutkan.

StarHill Gallery

StarHill Gallery

Hotel tempatku menginap ada di kawasan Bukit Bintang, jadi satu dengan mall StarHill Gallery, dari situ kami menjelajahi Malaysia jalan kaki atau naik kendaraan umum seperti Monorail atau Subway, di persimpangan lampu merah, sering kujumpai orang-orang yang menyeberang jalan meskipun lampu penyeberang jalan masih merah, disiplin ? gak juga. Parahnya lagi, di sekitar stasiun kereta Dang Wangi, tidak sedikit orang-orang yang menyeberang jalan begitu saja meskipun jelas-jelas ada tulisan peringatan denda 2500 RM (lebih kurang Rp 7.500.000,-) bagi yang menyeberang jalan namun tidak menggunakan jembatan penyeberangan..!

Dang Wangi

Dang Wangi Station

Tidak lupa juga fasilitas toilet umum di Kuala Lumpur yang juga tidak bersih-bersih banget. dan FYI, menurut aku Toilet kalo gak bersih ya uda pasti jorok… gak ada toilet yang sedikit jorok, kalo gak bersih ya jorok… bayangkan ada sisa-sisa berwarna kuning kecoklat-coklatan di toilet duduk di satu mall termewah di KL (Pavilion), bayangkan juga situasi di toilet itu dipenuhi orang-orang India gemuk dengan sorbannya yang khas dan jenggot serta bau rempahnya yang terkenal… yang pasti, gw trauma ke toilet di mall, mending balik Hotel aja kalo mau hajatan…

Pavilion

Pavilion

Selain itu, tidak jarang juga saya lihat mereka yang menjaga toko atau layanan, melayani orang lain dengan kasar dan jutek, istilahnya “you mau beli ya beli, kagak ya pergi sono..!” dan hal ini juga tidak hanya terjadi kepada saya, melainkan juga kepada orang lain sesama Malaysian. mereka juga tidak segan-segan mematok harga tinggi, bukan hanya ke tourist, melainkan kepada sesama Malaysian juga, sehingga tidak jarang terlihat mereka yang nawar harga seakan si penjual ogah-ogahan dan pembeli yang juga ogah-ogahan karena harga tinggi, tapi ada chemistry mau sama maunya diantara mereka berdua. Berada di Malaysia membuat aku kangen sama pelayan-pelayan Indonesia yang menjamu tamu bagaikan raja. bayangkan aja di sebuah restoran, kalo di Indonesia “Silahkan mister, bebek panggangnya”, kalo di Malaysia “Hei! Hei!! Mister..! Roast Duck, Enak..!”

Yang kedua adalah Bahasa. Coba jalan dan bertanya dalam bahasa inggris ke penjual di mall murah seperti Sungei Wang atau Mid Valley, mereka akan bingung menjelaskannya bahkan mungkin mirip dengan orang-orang Indonesia ketika seorang Bule bertanya dalam bahasa inggris, mereka memanggil rekannya untuk bareng-bareng menjelaskan dalam bahasa inggris yang pas-pasan. Jangankan pada penjual, coba bertanya pada satpam, hasil yang sama akan anda dapatkan. Lantas bahasa Mandarinnya ? sama saja..! mereka kebanyakan bicara dalam bahasa kong hu. lebih mudah berbicara dalam Bahasa Indonesia ketimbang Bahasa Inggris di Malaysia. daripada ngulang2 ngomong “I would love some ice tea, but with less ice”, mending bilang aja langsung “teh chinese , pakai es sikit saja”.

Petaling Street

Petaling Street

Di Kuala Lumpur, orang-orang India akan memilih berbicara dalam bahasa India lalu kemudian Inggris kepada orang lain, orang-orang chinese akan memilih berbicara dalam bahasa Kong Hu, lalu mandarin, lalu inggris, orang-orang melayu akan memilih berbicara bahasa melayu, lalu inggris, namun semua ras di Malaysia bisa dan mengerti bahasa Melayu. Makanya mereka akan lebih senang apabila kita menggunakan Bahasa Indonesia ketimbang Bahasa Inggris, bayangkan saja mau pesen nasi campur aja harus ada 5 sampe 6 pedagang yang ngumpul cuman buat saling menerjemahkan ice tea menjadi “teh sejuk tidak pakai susu”.

Indonesia

The Beauty of Indonesia

Kita semua di Indonesia tentunya tau, sumber alam di Indonesia apabila dibandingkan dengan Malaysia, kita jauh lebih berlimpah dibanding Malaysia. Lalu dengan orang-orang yang seperti aku ceritakan diatas, apa donk yang bikin mereka lebih baik dalam hal standar hidup ?

Beberapa hari di Malaysia, aku menyadari satu hal, mereka memang bukan orang yang disiplin sekali, tapi mereka hanya sedikit lebih disiplin dibanding orang-orang Jakarta. disitu setiap ada jembatan penyeberangan, pasti ada eskalatornya, coba bayangkan kalo hal yang sama dilakukan di Jakarta.. apa nasibnya tu eskalator ? tidak lupa juga kutambahkan, fasilitas transportasi umum di situ pun bersih dari vandalism..!

Kawan, saat ini yang ada dalam pikiran aku adalah : “Lantas apa dengan sedikit lebih disiplin saja sudah lebih cukup ? Lalu mengapa mereka bisa lebih baik dari kita ?”





Ketika seorang karyawan berkata “cukup..!”

31 01 2009

Aku harus mengawali post ini dari sebuah cerita, tentang professional kantoran yang telah berkata “cukup” dan keluar dari perusahaan tempat dia bekerja, yang kemudian memulai usahanya sendiri berdasarkan kemampuan professionalitas yang dia miliki.. well, here we go;

Ada seorang chef yang telah bekerja selama 9 tahun di sebuah restoran hotel berbintang lima terkenal di Jakarta.. karena satu dua hal, dia memiliki perbedaan pendapat dengan management hotel, dia memutuskan untuk keluar dari tempatnya selama ini mencari sesuap berlian serta mencoba memulai usahanya sendiri dengan bekal keahlian dan idealismenya..

Dia menyewa sebuah ruko di daerah ramai, dan mendesainnya secara sederhana.. Setelah menyewa beberapa orang pekerja, dia memulai bisnis rumah makan kecil-kecilannya.. 

Lantas apakah kisahnya berakhir bahagia ? lima bulan berlalu, meskipun daerahnya ramai, restorannya sepi.. lima bulan dia tidak melihat adanya harapan.. ditambah lagi kebiasaannya bekerja di hotel bintang lima, membuatnya secara tidak sadar menggunakan konsep bintang lima yang dia sederhanakan sendiri sesuai modalnya, tetapi akhirnya malah mengakibatkan membengkaknya biaya operasional.. dia pun harus mencari jalan keluar untuk bertahan..

Seiring waktu, dia mulai mengerti apa yang dia perlukan selain kemampuannya dalam hal memasak, selain keyakinannya atas kualitas dan rasa produk yang dia ciptakan, dia mulai mengerti hal lain dalam prinsip marketing yang diperlukan oleh bisnisnya, promosi..! dia tau dan sadar kalau hanya dia yang tau bahwa masakannya enak adalah sia-sia, dia harus memberitahu orang lain bahwa masakannya enak.. Tanpa pikir panjang, dia pun langsung mempromosikan rumah makannya melalui forum yang biasa dia ikuti di internet.. hasilnya ? Restoran kecilnya benar-benar kebanjiran pengunjung..!! Tetapi masalah bukannya selesai, malah bertambah banyak, namun masalah kali ini adalah masalah yang baik..

Masalah itu dimulai dari kurangnya meja dan peralatan makan, seringnya kehabisan stok makanan, banyaknya pengunjung yang tidak sabar, sampai waktu memasak yang semakin lama.. Agar dia tidak kehilangan pengunjungnya, dia pun royal memberikan free service, “demi kepuasan pelanggan” maksudnya..

Satu hari telah dia lalui dan dia berhasil bertahan dari banjir pengunjung yang gila-gilaan, ia tutup hari itu dengan bersenang-senang bersama karyawannya karena lima bulan sudah mereka duduk lesu sambil terkadang ke dapur untuk memasak..

****

Cerita ini belum selesai, karena baru saja tadi aku melihat sang chef dan karyawan-karyawannya sedang duduk-duduk saling tersenyum satu sama lain..

Kejadian hari ini membuat aku lantas berpikir akankan aku juga bisa seperti itu ? sang chef telah keluar dari pekerjaan tetapnya untuk mengadu nasibnya setelah bertahun-tahun memasak dalam gemerlapnya hotel bintang lima, memasak dengan segala fasilitas restoran berkelas, dibantu staff yang memiliki tugas dan keahliannya masing-masing yang mereka dapatkan dari sekolah, memasak dengan tidak perlu memikirkan hal lain, cukup memasak saja..

Professional telah bekerja dengan dibantu professional-professional lain sehingga tidak memperhatikan hal-hal penting lain.. misalnya auditor yang tidak mengetahui konsep marketing, marketer yang tidak mengetahui konsep logistik, atau pun akuntan yang taunya hanya pembukuan.. professional didesain untuk tidak memikirkan hal lain selain bidangnya sendiri..

Temanku, renungkan pertanyaan ini :
“Apakah aku memiliki sesuatu yang bisa membuatku bertahan hidup, apabila aku kehilangan periuk nasiku saat ini..?”





Tutorial Naik Lift

21 01 2009

1. Memeriksa Lift

Untuk menaiki sebuah lift dan belajar menaikinya, tentunya anda memerlukan sebuah lift. Cukup sebuah! Jangan dua! Sungguh! Akan menjadi sulit jika anda menaiki dua lift sekaligus. Saya pun akan kesulitan menuliskan tata caranya!

Setelah anda menemukan sebuah lift, ada baiknya anda memastikan bahwa lift tersebut bekerja dengan baik. Cara memastikannya adalah dengan menunggu, yup menunggu! Anda bisa menunggu seseorang untuk menaiki lift tersebut. Jika orang yang menaiki akhirnya menghilang ,maka bisa di pastikan lift tersebut bekerja dengan baik. Namun jika orang yang menaiki lift tetap berada di dalam lift setelah menaikinya, maka bisa jadi orang tersebut belum mengerti cara menaiki lift. Atau liftnya yang rusak. Maka biarkan orang mencobanya dahulu, agar anda tidak terlalu tolol.

Jika anda tidak menemukan seorangpun yang akan menaiki lift, ada baiknya anda mempromosikan lift tersebut supaya ada orang yang berminat menaikinya. Cara berpromosi sangat banyak, salah satunya adalah merayu orang supaya menaiki lift tersebut dengan janji akan di belikan permen rasa vanilla atau membeberkan kehebatan lift tersebut. Karang aja sebuah cerita bahwa cinta laura pernah menaiki lift tersebut bersama tukul misalnya. Paling tidak membuat orang tertarik untuk menaikinya. Jika masih saja belum berhasil maka ada baiknya anda belajar ilmu bela diri dahulu, supaya bisa mencengkeram orang lain dan menjebloskannya ke dalam lift. Jangan pernah menyerah! Thomas Alfa Edison aja berulang kali gagal kok.

Setelah pasti lift tersebut bisa berfungsi dengan baik, maka lakukan pengecekan tahap ke dua. Caranya adalah dengan memperhatikan setiap lampu di dalam dan diluar lift berfungsi dengan baik. Tidak ada yang padam apa lagi gosong. Perhatikan pula dinding- dinding lift. Pastikan tidak ada tanda- tanda kebakaran di situ. Jika lift terlihat kotor, anda sebaiknya menghubungi petugas kebersihan untuk mengajukan complain terhadap lift tersebut. Jika petugas kebersihan menolak membersihkan lift maka janganlah anda menelepon polisi! Hal ini dapat membuat pengelola gedung marah, karena sulit mencari petugas kebersihan saat ini. Maka sebaiknya yang anda lakukan adalah bersukarela menyapu dan mengepel lift yang akan anda naiki. Anggaplah hal tersebut merupakan kerja bakti di kampung halaman anda.

Setelah lift bersih, anda dapat mebanggakan diri anda kepada orang di sekitar tentang hasil kerja anda. Pasanglah spanduk jika perlu. Hubungi partai politik dan katakan bahwa anda peduli kebersihan, sapa tau mereka tertarik menjadikan anda wakil rakyat dalam pemilu 2009 besok. Jika anda telah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat jangan pernah melupakan tulisan ini.

 

2. Memasuki Lift

Setelah lift terjaga kebersihannya mulailah melangkah memasuki lift. Jangan ragu, anda akan terlihat konyol jika memasukinya dengan ragu- ragu. Setelah memasuki lift, anda dapat melihat beberapa tombol di situ. Sebaiknya kita tidak sembarangan memencet tombol, karena salah satu tombol di situ berfungsi untuk menghancurkan lift tersebut berikut isinya. maka pandangi aja tombol yang ada tulisan angka–angkanya. Angka tersebut bisa tertulis di dekat tombol atau beberapa lift yang modern menuliskan angkanya di tombol. Angka-angka tersebut merupakan lantai yang menjadi tempat pemberhentian lift. Anda dapat memilih beberapa tempat tujuan atau cukup satu saja semuanya terserah anda. Jika anda memilih beberapa tempat tujuan maka, lift akan berhenti di setiap tempat yang tombolnya anda tekan. Oh iya lupa, jika ada petugas yang menarik pungutan atas keinginan anda menaiki lift, sebaiknya jangan di turuti! Karena seringkali petugas tersebut gadungan, mereka hanya menyamar seperti petugas, untuk mendapatkan uang secara tidak halal!

Setelah anda menekan salah satu tombol, biasanya pintu lift akan tertutup. Jangan panik jika hal ini terjadi, dan jangan mencoba mendorong pintu lift. Gak bakal ada gunanya sungguh! Tetap tenang, ada baiknya jika anda memilih angka tertinggi supaya dapat menikmati enaknya naik lift. Anda mungkin akan merasakan sedikit mual.. hanya sedikit.. sedikit sekali.. okelah mungkin juga tidak sama sekali.

Pada saat lift mulai menanjak. Anda dapat menikmati pemandangan lampu lift yang berkedap kedip setiap kali lantai di lewati, tentunya pemandangan ini hanya terjadi jika anda memilih tombol dengan nilai tertinggi tadi. Pandangilah lampu penunjuk tersebut. Beberapa lift modern menyediakan lampu berupa angka untuk hal tersebut. Anda dapat menikmati tontonan angkanya. Sangat jarang anda mendapatkan camilan atau minuman di dalam lift, maka ada baiknya jika anda membawa sendiri semua hal tersebut. Anda dapat memberikan informasi lokasi lift yang memberikan camilan dan minuman gratis, melalui komentar agar saya juga dapat mencobanya.

 

3. Prosedur Keamanan di dalam Lift

Prosedur keamanan dan standart keselamatan di dalam lift, seringkali kurang di perhatikan oleh para penumpang lift. Juga pihak pengelola lift biasanya tidak memberikan bantalan pelindung jika terjadi benturan di lift nya. Anda bisa membawanya dari rumah. Jika di dalam lift anda tidak dapat menggunakan ponsel, maka jangan panik. Karena hal tersebut memang sering terjadi, yakinlah anda bisa menggunakan ponsel anda kembali setelah keluar dari lift. Beberapa lift memang memiliki kemampuan khusus secara otomatis untuk mematikan sinyal ponsel. Kemampuan tersebut sengaja di tanamkan oleh pabrik, supaya lift dapat naik dan turun dengan aman. Teknologi ini belum diadopsi oleh pesawat terbang, sehingga kita harus melakukan secara manual jika di pesawat terbang. Di lift semuanya otomatis.

 

4. Turun dari Lift

Setelah pintu lift terbuka kembali, itu artinya anda telah sampai di tempat tujuan. Yang merupakan lantai di mana tombol yang anda tekan tadi. Keluarlah dari lift secara teratur dan dengan posisi yang benar. Usahakan melangkah menggunakan kaki kiri terlebih dahulu supaya tidak terjatuh.

Jika ada orang yang berdiri di depan anda, dan tidak ada tanda-tanda hendak melangkah. Maka teriakkan saja kalimat jampi–jampi yang merupakan sebuah mantra anti di halangi. Mantra ini telah terbukti manjur untuk di gunakan di seluruh Indonesia. Teriakkan saja mantranya ‘PERMISI’ cukup dah gitu saja.Dan jika dalam keadaan darurat orang tersebut tetap tidak beranjak dari tempatnya anda bisa mendorongnya, untuk pertama kali baiknya menggunakan dorongan yang keras. Namun jika doroangan yang keras membuat orang tersebut marah atau naik pitam, cobalah menyuruhnya untuk mengulangi dan lakukan dengan pelan.

 

5. Selesai

Setelah keluar dari lift, anda boleh berbangga diri dengan keberhasilan anda! Rayakan hal tersebut dengan berpesta 7 hari 7 malam memakan coklat 7 rupa dan mandi 7 hari 8 bulan. Anda berhak atas semua itu. Jika anda berniat untuk turun ke lantai bawah menggunakan lift lagi maka lakukanlah prosedur awal.

Jangan lupa untuk selalu mencuci kaki dan wajah sebelum menggunakan lift. Dan sebaiknya anda tidak merokok di dalam lift. Gunakan pakaian yang sopan dan makan 3 kali sehari secara teratur.

Selamat bersenang-senang..!





3 Pertanyaan Renungan Akhir Tahun 2008

31 12 2008

Melalui postingan kali ini aku ingin mencoba mengompress waktu, menjadikan masa lalu, masa kini, dan masa yang akan datang menjadi satu.. aku ingin mengajak kita semua melihat kembali ke masa lalu sekaligus pergi ke masa depan..

Coba jawab tiga pertanyaan berikut ini dalam hati;

“Apakah dari semua yang telah aku pelajari, katakan, dan perbuat di tahun 2008, aku telah menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam misinya cinta kasihnya terhadap orang-orang disekitar kita ?”

“Peristiwa-peristiwa besar apakah yang ingin aku perbuat dalam lima tahun mendatang dengan pengaruhnya terhadap perjalanan hidupku, terhadap aku dan orang-orang disekitarku baik yang membenciku maupun mencintaiku, terhadap peranku di dunia ini ? dan bagaimana hal itu bisa terjadi ?”

“Apakah jalan yang telah aku tapaki di 2008 searah dengan apa yang akan terjadi padaku di masa yang akan datang ? apakah semua itu membuatku semakin dekat dengan peristiwa-peristiwa besar yang akan menjadikan aku manusia seutuhnya ?”

Akhir kata aku mengucapkan kepada kita semua “Proficiat !!”, karena segala suka dan duka yang telah kita jalani di 2008 telah membentuk kita menjadi seperti sekarang ini..! Bangga lah akan hal itu..

2008 sudah berlalu kawan, waktu kita dibumi semakin sedikit..





The Secret Behind the Multilevel Marketing

28 12 2008

Bagi Apa yang pertama kali kamu pikirkan ketika mendengar kata “MLM”…?

Baca dan pikirkan sekali lagi, “MLM”… Jangan salah yach, “M” nya ada dua…

Make money on your spare time ?

Bagi aku hanya 2 kata : “Salesman Gratis” kenapa ?

Banyak orang salah persepsi dengan MLM dan langsung mendengus ketika mendengar kata MLM.. Oleh karena itu, pertama-tama mari aku coba jelaskan sistem komisi yang diterima sales pada perusahaan konvensional..

Pada perusahaan non-MLM, sales biasanya diberi gaji kecil, kalau perusahaan yang agak bonafid, minimal UMR.. dan biasanya juga sales diberikan target penjualan oleh perusahaan yang apabila tidak tercapai, maka kata-kata motivasi pembakar semangat (baca: cacian dan makian) akan siap diberikan kepada sales.. Dari setiap produk yang dijual, sekian persennya adalah yang disebut Margin atau laba dari produk, margin itu dihitung dari selisih harga jual dengan modal modal yang berkenaan langsung dengan pengadaan produk, misal labor cost, transport dan asuransi, packaging, dan lain-lain.. kemudian dari margintotal omset perusahaan itu, biasanya ada dibagi lagi sekian persen untuk promosi, sekian persen lagi untuk komisi langsung sales.. perusahaan besar bisa memakai sampai 15% total omset untuk biaya promosi mereka, namun untuk sales biasanya dimulai dari nol koma nol sekian persen sampai satu atau dua persen untuk sales yang menjual, dan kalau margin cukup tebal, komisi bisa lebih besar lagi..

Pada sistem komisi MLM yang aku dengar melalui presentasi MLM yang pernah aku ikuti (atau lebih tepatnya dijebak) komisi tidak jauh berbeda persenannya, hanya saja kita diiming-imingi persenan tambahan dengan mencari downline, dan tidak ada gaji pokoknya… itulah yang disebut multilevel marketing.. persentase total margin yang biasa dipakai perusahaan untuk promosi dipotong dan dimasukan untuk komisi sales ke upline nya sampai tingkat tertentu (dalam setiap MLM pasti ada batas komisi yang akan kamu dapatkan hanya dari downline sampai tingkat tertentu).. sebagai contoh aku coba buatkan suatu skema komisi yang simple;

Suatu produk seharga 100,000.- rupiah, dijual oleh seorang agen MLM sebutlah si A, dari seratus ribu rupiah itu 10% dipakai untuk sistem komisi, si A mendapatkan 2% karena dia yang menjualnya, upline langsung si A sebutlah si B mendapat 1%, upline si B dan uplinenya upline lagi katakanlah si C, D, E, F, G, H dan si I masing-masing mendapat 1%, dalam contoh kasus ini komisi yang didapat si I hanya sampai tingkat ke 9 (termasuk dia), artinya si I tidak akan mendapatkan komisi apapun apabila downline si A menjual produknya…

Oleh karena itu, apabila si I memiliki 5 orang downline,  dan masing-masing downline itu punya 5 orang lagi, dan demikian seterusnya sampai ke level A, maka apabila setiap downline dan dia menjual 1 barang seharga 100,000.- rupiah perbulan, total “Potensi” komisi yang bisa didapatkan si I adalah : (Jreng jreng jreng) Rp. 488,282,000.00 perbulan !! darimana uang sebanyak 480an Juta itu ??

Ingat..! yang dikeluarkan perusahaan dari total omset downline si I kepada si I hanya 1%..! dan dari total omset yang sebesar Rp 48,828,100,000,00 (48an MILYAR) yang didapat dari contoh kasus ini, hanya 10% yang diberikan kepada semua orang yang terlibat dalam skema.. jadi apabila omset itu tidak tercapai, maka tidak ada komisi super Wow itu.. mudah bukan ?

Sistem komisi yang tidak jauh berbeda, hanya saja sistem MLM mengharapkan dapat tercipta Word of mouth atas produk dari agent-agent ke customer, namun kebanyakan agent justru berkonsentrasi pada “mendapatkan downline” dan merekalah yang pada akhirnya akan kecewa.. baca lagi contoh kasusnya, kata kuncinya adalah “apabila setiap downline menjual 1 barang”. oleh karena itu apabila tidak ada penjualan, TIDAK ADA KOMISI..! tidak peduli meskipun downline kamu ada 100,000 orang, kalau dari 100,000 itu tidak satu pun menjual produk, tidak – ada – komisi.. 100,000 Salesman Gratis ? ya..!

Kita tidak bisa juga serta-merta menyalahkan para agent, karena dari sistem itu pendapatan yang dijanjikan dari total omset yang didapatkan downline sangatlah menggiurkan ketimbang menjual produknya sendiri… beberapa sistem MLM lantas mencoba menerapkan komisi pada setiap agent yang mendapatkan downline, namun hal ini membuat MLM menjadi tidak sehat lagi (Pyramid scheme : sistem seperti MLM dengan hanya membagi-bagi uang tanpa produk atau jasa yang dijual), sehingga beberapa MLM menutupinya dengan memberi produk bernama “starter pack” yang harus dibeli agent baru, sehingga tetap ada penjualan dalam sistem MLM itu..

aku bisa mengerti mengapa kebanyakan orang itu lantas bete ketika mendengar kata MLM, pada presentasi itu setiap orang dijanjikan surga, padahal memang sih sebenarnya apabila kita melakukan dan berada pada kondisi yang sama seperti yang dia katakan, semua itu bisa kita dapatkan.. hanya saja perlu aku tekankan sekali lagi “Apabila kita memang melakukannya seperti itu”.. namun pada kenyataannya tidak semudah itu bukan..? oleh karenanya dari omset yang dipakai untuk komisi, sistem MLM biasanya menambahkan lagi budget untuk motivasi si agent, persentase itu tidak dalam bentuk uang tentunya, melainkan (misalnya) dengan jalan-jalan ke Hongkong, dan target “jangka pendek” ini yang justru biasanya lebih mudah tercapai.. Celakanya hal ini lantas membuat Agent serta merta membuang komisi mereka dengan memberikan harga agent ke konsumen demi mencapai target sales untuk bonus, akibatnya fatal, selain komisi tidak ada, harga produk juga menjadi hancur dipasar..

Lalu apakah sistem seperti ini bisa hancur suatu saat nanti ?

Secara teori, Tidak, memang beberapa agent yang fokus pada downline akan melihat seakan-akan bisa saja berhenti apabila seluruh penduduk bumi telah menjadi agent sistem MLM yang sama sehingga tidak lagi bisa mendapatkan downline, tetapi inti dari MLM ini sebenarnya adalah mencari downline DAN menjual produk..!

Ingat, manusia diciptakan berbeda-beda, masing-masing orang memiliki perannya masing-masing.. ada yang berperan sebagai pemimpin, ada yang berperan sebagai pembangun, ada yang berperan sebagai pendidik, ada juga yang berperan sebagai orang brengsek, dan lain-lain.. tidak semua orang bisa menjadi salesman..! sehingga kemungkinan setiap insan manusia di bumi menjadi agent suatu sistem MLM tidaklah mungkin teradi…

Lalu apa yang bisa membuat MLM itu hancur ?

Sistem MLM bisa hancur apabila produk yang dijual itu-itu saja dan para agent sulit mendapatkan re-order atas produk-produk MLM sehingga penjualan sulit terjadi.. dan hal ini yang kebanyakan terjadi di Indonesia sehingga membuat MLM seakan-akan Booming di awal dan “hidup segan mati tak mau” belakangan.. maka hati-hati, perhatikan apakah produk MLM itu bisa kamu jual atau tidak sebelum memutuskan untuk bergabung..

Sistem MLM yang baik bisa kita temui pada produk-produk keuangan, seperti yang marak juga di Indonesia : Insurance.. karena sales terjadi setiap periode preminya.. oleh karena itu apabila kamu berjiwa sales sejati dan ingin mencoba MLM, aku sarankan jangan coba yang neko-neko, coba aja ke Insurance Company yang menawarkan sistem MLM kepada anda, atau hubungi aku.. hihihi…





Pengalaman di Malaysia

25 12 2008

Sebelumnya aku beritahu dulu, aku tidak punya paspor saat tiba-tiba aku diminta untuk ikut ke Malaysia minggu depannya dalam rangka event Asia-Pacifik Meeting.. 6 hari sebelum aku berangkat ke Malaysia, aku membuat pasporku, dan taukah kamu, sore harinya pasporku kelar, hohoho.. Sebenarnya kalau petugas-petugas laknat bin sialan itu serius, Paspor bisa kelar dalam 1 hari..

Kesan pertama yang aku dapatkan ketika tiba di KLIA Malaysia adalah “Kok gini yach ?” karena suasananya tidak jauh berbeda dengan Indonesia, ya bisa jadi karena aku naek Air Asia yang memiliki terminal(ekonomis)nya sendiri.. Agak kecewa, tapi setelah duduk di bis, aku bertemu dengan beberapa cewe cantik Malaysia dengan celananya yang seksi duduk didepanku, hahaha… lumayan, di indo susah liat ginian di dalem angkot… sementara itu kesan “Kok gini yach ?” tetap berlanjut sampai nanti aku bertemu dengan kolega-kolega dari Malaysia di sore hari..

Sesampainya di stasiun, kami sempat melihat-lihat di dalam stasiun, ada seorang staff UNICEF yang menyapa aku dengan “Welcome home” hahaha..disini pula nantinya ketika akan kembali ke Indonesia, aku membeli beberapa coklat untuk oleh-oleh… dan juga ternyata disini pun sales kartu kredit yang berkeliaran dengan liar, hanya saja disini ditambah dengan sales nomor selular… kami pun keluar setelah sadar bahwa monorail tidak dinaiki dari stasiun kereta, kami pun berjalan keluar menuju monorail.. aku menaiki tangganya setapak demi setapak menuju tempat pemberhentian monorail dengan hati gembira dan dengan beberapa cewe cantik rok pendek didepanku… oh bahagia rasanya jadi laki-laki di Malaysia… ehm ehm… prosedur naek monorail ini mirip naek TransJakarta, sempat terpikir olehku, seharusnya para pejabat laknat ibukota Jakarta bisa membuat yang mirip ini, dengan tangga tentunya.. kalau saja mereka serius dan tidak korupsi..

ps: selagi di monorail, aku melihat nama mall yang tidak asing di telinga… ternyata disono ada Mega Mall juga.. “Kok gini yach ?”

Kami tiba di Hotel Westin, setelah sebelumnya berjalan kaki dari stasiun monorail ke hotel, hal yang sulit dilakukan di Jakarta mengingat trotoar di Jakarta agak gak jelas fungsi dan bentuknya sedangkan trotoar di Malaysia sungguh rapih, bersih, dan lebar.. yaaa, mirip trotoar di daerah Sudirman sono sih, hanya saja lebih bersih tanpa asap hitam kendaraan.. sehabis check-in, meletakkan barang-barang di kamar, serta berusaha bangun dari ranjang “Heavenly Bed” (sekali tidur susah bangun)… kami pergi ke mall sebelah hotel, mallnya gak berbeda dengan mall elite di Jakarta.. 

Setelah dari Mall elit itu, kami ke Mall lain lagi yang menjual barang-barang elektronik, seperti Mangga Dua nya Malaysia deh.. suasananya juga mirip MangDu.. dan, begitu masuk, ternyata lagi ada pameran SPG, dan wuiiih…. SPGnya mantab-mantab, rok pendek, baju ketat, cantik, muda, dan selalu senyum..!! Selain itu juga ada beberapa laptop keren yang menjaga SPGnya… beberapa SPG lalu menghampiriku sementara rekan-rekanku melihat-lihat laptop.. aku berkenalan dengan satu SPG yang tadinya menawariku internet langganan,
Percakapan positif antara dua budaya yang hampir mirip itu diawali dengan aku berkata, “I’m not Malaysian, I’m just a tourist, you better find someone else to sell your product, because I can not buy it..”
“Oh, where are you come from ?” 
“Indonesia” 
“Oooo.. the internet price there is so cheap right ?” 
“(Cheap palalo peang) Oh, kind of, hehe..” 
“i’m Natalie”
“(Asiiik, kayaknya bakal panjang) I’m Hengky, nice to know you”
Setelah itu terjadilah pertukaran budaya antara Indonesia dan Malaysia disitu… sebuah hal yang sangat sulit terjadi di Jakarta bukan ? seorang SPG ngajak kenalan ?

Sehabis dari mall itu, kami makan siang ke salah satu rumah makan chinese karena pemilik rumah makan itu menawarkan makanannya dengan bahasa chinese… untung saja aku bisa sedikit mengerti apa yang dia katakan, tapi sayang nya dia tidak mengerti apa yang aku katakan, huahuahua… dia pergi dengan senyum dan digantikan pelayannya yang berbicara dengan bahasa inggris campur melayu… aku memesan nasi campur dan Teh Tarek, hahaha.. aku selalu berangan-angan ingin mencoba teh tarik asli dari Malaysia sedari di Bandara Soekarno-Hatta… dan mimpi itu hancur secara ternyata rasanya sama aja…

Setelah kenyang makan siang, kami menuju mall di Twin Tower… dilihat dari bawah kok rasanya gak tinggi-tinggi banget, padahal dia sempet jadi gedung tertinggi di dunia, dalam hati aku berpikir mungkin aku harus gelayutan di ujung sono baru kerasa tingginya… mall yang ini mirip juga dengan mall di Indonesia… andai saja semua tidak berbicara dalam bahasa inggris, mungkin aku akan mencari Gramedia disitu…

Setelah berpetualang dari mall ke mall, serta puas foto-foto, kami kembali ke hotel dan setelah mandi kami berkumpul di lobby hotel bersama semua tamu peserta Asia-Pacifik Meeting, kami berjalan kaki menuju sebuah restoran Jepang all-you-can-eat, mereka menyajikan beragam masakan Jepang komplit..! beragam jenis sushi dan sashimi, Ramen, ikan bakar ala jepang, sup dan tempura, bahkan Häagen-Dazs dan Red wine boleh di ambil seenak udel, All Fresh..!! ditambah juga ada beberapa cewe centik yang makan juga di restoran itu memakai baju super sexy..! aku kenyang, puas, dan bahagia… kalau itu ada di Indonesia rasanya bisa sampai 600 ribu per orang kali, disitu hanya sekitar 300 ribu (Rupiah) per orang.. kalau ada di Indonesia, aku pasti pergi dua bulan sekali… bukan karena cewe2nya, melainkan karena makanannya… hehehe… (gw pasti pergi sama cewe gw, gitu loh…!)

Aku menyempatkan diri jalan-jalan sendirian di mall di seberang hotel, mall yang satu ini mirip sekali desainnya dengan Grand Indonesia, beberapa kali aku sempat bingung karena radar navigasiku otomatis menggunakan peta Grand Indonesia di mall itu… setelah melihat harga-harga di mall itu yang kurang Indonesiawi, akupun kembali ke hotel dan bersetubuh lagi dengan “Heavenly Bed”, Gila tu ranjang bener-bener empuk..!! enak banget.. ibaratnya cewe itu Leah Dizon-nya kasur.. sayangnya mas kawinnya mahal, kalo gak sudah aku nikahi dan bawa pulang tu kasur…

Pengalaman pertama di Kuala Lumpur, selain kota dan mall-mall yang mirip Indonesia, kota yang bersih, makanannya enak, orang-orangnya ramah, serta banyak cewe-cewe cantik yang lebih berani mengekspresikan diri…

Setelah itu, hari-hari yang kulalui di Malaysia penuh dengan meeting, nanti aku ceritakan pengalaman itu berharga itu di post yang lain…





Opname di Rumah Sakit

17 12 2008

Setelah berhubungan dengan beberapa rumah sakit, dan sharing dari orang-orang tentang rumah sakit, serta hasil ngobrol dengan dokter pribadiku, aku mengetahui beberapa hal… bagi kamu yang pernah diopname di rumah sakit, mungkin akan menemukan bahwa apa yang aku katakan pernah terjadi pada kamu..

Seperti hal nya ketika kita katakan UNICEF, WHO, WTF (I mean WWF) atau lembaga-lembaga yang menyatakan diri non-profit.. mereka tetaplah sebuah badan bisnis yang mencari profit, hanya saja visi dan misi mereka yang berbeda dengan perusahaan-perusahaan profit.. Apalagi Rumah Sakit yang jelas-jelas tidak mengatakan dirinya non-profit company, Rumah Sakit juga jelas-jelas mencari keuntungan..

Ketika ke dokter di Rumah Sakit, biasanya dokter akan meminta tes darah, dan terkadang kalau si pasien terlihat kaya, maka dokter akan meminta tes darah LENGKAP, bisa sampai satu jutaan rupiah biaya yang harus dikeluarkan untuk test lab, dan ketika orang yang dilihat agak-agak kurang mampu pun test darah bisa mencapai empat sampai lima ratus ribu rupiah.. Namun berbeda ketika kita ke dokter di apotik atau dokter yang praktek sendiri dirumah, biasanya mereka meminta tes darah yang seperlunya saja.. dan biasanya hanya empat atau lima puluh ribu rupiah untuk test lab di suatu lab yang bukan di RS.. jauh kan ?

Lalu sanggahan biasanya mengatakan, test lengkap itu lebih baik karena bisa lebih tepat.. Biasanya, seorang dokter sebelum meminta test darah, akan membuat diagnosa sementara, kemudian test darah dilakukan hanya untuk mensupport hasil diagnosanya, sebagai analoginya aku berikan contoh, ketika dokter didatangi pasien dan menemukan seorang wanita muda yang baru bersuami mual-mual setiap paginya, ditambah lagi sudah mundur 2 minggu dari jadwalnya menstruasi dia tidak mendapatkan menstruasi, dugaan sementara si dokter adalah si wanita hamil, lalu dokter sebenarnya cukup meminta test urine untuk kemungkinan hamil, dia tidak perlu meminta urinenya di test lengkap..! apakah ada kemungkinan kencing manis atau penyakit ginjal yang menyebabkan si wanita muda itu mual-mual tiap paginya, atau bahkan memeriksakan cairan rahim untuk kemungkinan kanker, USG, CT Scan, dll, dst.. test darah lengkap memang memungkinkan terlihatnya kemungkinan penyakit lain, namun itu harus melalui persetujuan pasien dengan penjelasan sejelas-jelasnya tentang kemungkinan-kemungkinan yang ada..

Kemudian untuk pasien rawat inap, seharusnya sebelum rawat inap dokter memberikan alternatif lain selain rawat inap, mungkin rawat jalan dengan cek kesehatan rutin, untuk penyakit yang perlu perhatian dan alat khusus memang biasanya agak dipaksakan untuk rawat inap.. Lalu setelah dirawat inap, seringkali dokter akan meminta test lab rutin, dan yang di test (sekali lagi) seharusnya hanya yang diperlukan dan harus sepengetahuan pasien.. Namun kenyataannya biasanya gini, ketika pasien mengeluhkan “duh dok kepala saya pusing” langsung dokter minta CT Scan, dan test darah lengkap (lagi), malah kalau agak nyangkut, USG sekalian.. ditambah lagi hasil keluar 4 hari, jadi waktu rawat inap ditambah 4 hari lagi.. tentu saja biaya rawat inap nya membengkak.. padahal bisa saja hanya karena efek samping pemulihan dari pasien (biasanya untuk pasien rawat inap, begitu sudah mau pulih pasien pusing memikirkan biaya yang harus dibayarkan, dan pusing ini terkadang juga menular ke keluarga, hehehe), tinggal nanti abis scan segala macam dokter bilang, “oh gak ada apa2, minum panadol aja” dan pasien pun “lega”..

Soal obat pun sama saja, dokter dalam memberikan obat ataupun infus harus memberitahukan secara jelas kepada pasien itu obat atau infus gunanya apa, dan kontradiksi / efek samping nya apa, kalau perlu bahkan sampai alternatifnya apa, sehingga pasien boleh ikut memutuskan apakah dia mau obat itu atau tidak.. namun kenyataannya tidaklah demikian, biasanya infus dipasang oleh suster tanpa dokter sembari si pasien terus menanyakan ke suster, “Sus itu infus buat apa? efek samping nya apa? boleh gak gak pasang”, dan suster biasanya bilang “harus dipasang kata dokter, biar cepet sembuh”, dan kalau pasien dirasa agak rese, si suster lalu bilang “nanti kalo dokternya datang tanya aja sama dokter” sambil (tentunya) infus dipasangkan… pasien seakan harus menerima infus dan obat-obat yang diberikan dokter, mau-gak-mau, malah kalau perlu, sebelum diberikan obat, test darah lagi, hehehe… untuk mengetahui apakah akan timbul reaksi alergi atau tidak, padahal obat yang diberikan mungkin hanya antibiotik atau paracetamol (Panadol dan lain2) yang biasa diminum pasien, padahal pasien pun berhak untuk meminta obat lain, yang katakanlah Generic… Selain itu, tahukah kamu bahwa ada infus yang menyebabkan pasien merasa lemas, sehingga si pasien tetap merasa perlu dirawat beberapa hari lagi di RS ? padahal kalau tidak pasang infus itu, sebenarnya si pasien itu sudah bisa mulai rawat jalan ?

Maka dari itu, sebaiknya perhatikan lagi cairan atau obat apa yang masuk ke tubuh kamu, lalu ketahui dengan jelas fungsi dari test dan dengarkan diagnosa dokter, kalau perlu googling.. Jadilah kritis..! uang yang kamu bayarkan kepada dokter adalah supaya dokter memberikan penjelasan, diagnosa, dan alternatif..





Tips Mencuci Mobil Berwarna Putih

1 12 2008

Bagi kamu yang sudah memiliki mobil atau ingin memiliki mobil berwarna putih merek dan tipe apa saja..

Berikut tips-tips dan masukkan dari salah satu pabrik mobil, agar warna putih mobil anda tetap putih cemerlang dan awet, dan tidak belang..

Seperti yang kamu ketahui banyak orang yang memiliki mobil warna putih tetapi tidak mengetahui cara mencuci mobil dan merawatnya, sehingga warna putihnya tidak lagi secemerlang ketika masih baru dibeli, namun biasanya agak kekuning-kuningan, dan terkadang belang..

Berikut tips-tips dan masukkan cara mencuci mobil :

1. Jangan mencuci mobil di sembarang tempat.
2. Jangan mencuci mobil dengan memakai sembarang sabun cuci, misal sabun cream.
3. Sebelum mencuci mobil, pastikan mobil anda direndam dengan air hangat dan Bayclin secukupnya.
4. Jangan rendam mobil putih anda bersamaan dengan mobil berwarna lainnya, apalagi mobil hitam.
5. Tunggu rendaman sampai 1 jam, baru anda boleh mencuci.
6. Setelah 1 jam silahkan mencuci dengan bersih.
7. Apabila masih ada noda yang tertinggal, usahakan bersihkan, jangan dibiarkan, karena akan menjadi noda yang permanen.
8. Setelah mencuci,harap keringkan mobil sampai benar-benar kering.
9. Jangan lupa di setrika, agar tidak lecek.