Ozawa : “You are so special, Indonesia..!”

17 11 2009

Problem :

Geger luarbiasa terjadi ketika dilansir kepastian pembuatan film “Menculik Miyabi”.

Banyak yang tertipu hunting dvd-nya di Glodok. Mau dapat film action “motivator ulung”, malah dikerjain pedagang. Isi dvd-nya ternyata film Tom & Jerry.

Banyak aktor ngebel sutradara dan produser merengek ikut berperan dalam film tersebut. Ga dibayar ga pa2 deh.

Ehem…ehem…ada yang booking “dinner bersama Miyabi” ga ya? Kalo saya produsernya, pasti ada tuh. Satu orang 100 juta mungkin tetap banyak yang mau ya? Wah kalo tarif malamnya mah terserah masing-masing. Ehem…apa memang direncanakan juga ya?

Siapa sih atau apa sih Miyabi?

Miyabi adalah sebuah seri film dvd porno yang dibintangi oleh seorang Maria Ozawa. Paras dan bodinya yang cantik memang telah menjadi motivator serta konsultan ulung para pria.

Kembali kepada soal protes.

Banyak protes dilayangkan atas dasar predikat pekerjaan Maria Ozawa. Padahal Sutradara film, “Menculik Miyabi”,Rako Prijanto, telah menyakinkan bahwa Maria Ozawa tidak akan tampil sebagai sang “motivator” Miyabi.

Lepas dari pro dan kontra tersebut…

Jika Anda adalah Marketing / Brand Manager

Ada 2 Tantangan kali ini:

1) Bila Maria Ozawa tidak akan berperan sebagai sang “motivator” Miyabi, apakah film ini bisa laku terjual? Ingat, orang mengenal Maria Ozawa dari image-nya. Jangan-jangan datang menonton juga karena berharap membayangkan sang “motivator”. Gimana caranya supaya laku terjual?

2) Masih ingat film “Hancook”, dimana ada seorang PR consultant yang membantu Hancock berubah menjadi seorang superhero yang dicintai masyarakat ? Bila Anda adalah seorang PR consultant, strategi apakah yang akan Anda lakukan untuk mengubah citra seorang Maria Ozawa? Perubahan dandanan atau pakaian saja hanyalah asesoris penguat image saja.

Solution – Marketing Club 3rd Winner ISeNG XVIII

Pertanyaan tentang bagaimana supaya film itu laku, cukup sederhana, karena nama Miyabi sendiri sudah membuat buzz yang cukup besar sehingga film itu ditunggu-tunggu orang, jadi kalau ditanya akan laku atau tidak, pasti laku, mengapa ? berikut penjelasannya :

Saya akan memulai dengan mengajak kita semua memikirkan kembali, apa yang membuat sang artis ini terkenal di Indonesia ? pertanyaan ini mengesampingkan tentang jenis film yang dia mainkan di Jepang. Jawabannya sebenarnya cukup sederhana, yaitu kecantikan Ozawa yang cocok dengan selera cowo-cowo di Indonesia, karena kalau dilihat, Ozawa memiliki kecantikan yang berbeda dengan artis-artis Jepang lainnya, Ozawa memiliki wajah Indonesia.

Sehingga sekarang tantangannya adalah bagaimana membuat orang-orang yang datang menonton bukanlah orang-orang maniak JAV yang mengharapkan adegan-adegan yang sudah jelas-jelas gak mungkin ada.

Menjawab tantangan itu ditambah dengan latar belakang mengapa dari sekian banyak artis JAV hanya Miyabi yang terkenal di Indonesia, maka solusi yang akan saya ambil memang lebih banyak ke strategi PR yang dibungkus dengan serangkaian acara, untuk menyatakan secara implicit bahwa tidak mungkin Ozawa melakukan peran Miyabi yang tidak senonoh di Menculik Miyabi, keseluruhan program akan dinamakan Ozawa : “You are so special, Indonesia..!”

Pemilihan kata Ozawa sendiri adalah karena Miyabi (yang merupakan nama panggung dari Ozawa) sudah lekat sekali dengan JAV, jadi dari semua program, Ozawa akan dipanggil Ozawa, bukan Miyabi. Sehingga kalau boleh dibilang, Brand yang kita tonjolkan adalah “Ozawa”, bukan “Miyabi”-nya. Kemudian pemilihan tema ini juga lebih untuk menciptakan sosok Ozawa yang kagum akan budaya Indonesia yang penuh santun dan sangat welcome.

1. Siapa yang lebih kenal Indonesia ?

Aktivitas ini akan diadakan bekerja sama dengan salah satu program Quiz di televisi, konsepnya adalah kita menanyakan beberapa pertanyaan seputar Indonesia, misalkan pakaian adat orang Papua, atau yang umum seperti berapa jumlah propinsi di Indonesia. Tentunya behind the scene, Ozawa akan di brief dulu tentang pertanyaan yang akan ditanyakan, sehingga kira-kira 80% sampai 90% pertanyaan bisa dijawab dengan benar. Sedangkan orang Indonesia yang ditanyakan langsung dipilih random dari Jalanan dan ditanya di jalanan itu juga…

Contoh :

Scene 1 – Pembawa acara menanyakan “Apa nama ibukota Kalimantan Barat ?”

Scene 2 – Ozawa tampak berpikir / menjawab dengan tegas “Pontianak”

Scene 3 – WNI 1 di jalanan : “Emm… Makassar ?”

Scene 4 – WNI 2 di jalanan : “Banjarmasin!!”

Tentu saja scene 3 dan 4 bisa dilanjutkan scene 5 dan seterusnya, dan yang ditampilkan dipilih yang menjawab salah, dan sedikit dari yang menjawab benar

Aktivitas ini pada endingnya akan menanyakan kepada Ozawa, mengapa dia sangat mencintai Indonesia. Tujuannya adalah menyadarkan orang-orang di Indonesia bahwa seorang Ozawa ternyata juga mencintai Indonesia, bahkan mungkin lebih dari orang-orang Indonesia sendiri yang terkadang malah lebih mencintai Negara lain sampai-sampai sok-sok-an merasa pantas menilai sesuatu secara tidak bijaksana. Sebagai penutup, Ozawa akan meneriakan “You Are So Special, Indonesia…!!”

2. Memasak Kuliner Indonesia bersama Ozawa

Aktivitas ini juga akan dijalankan bekerja sama dengan acara info kuliner yang ditayangkan ketika jam makan siang, disini pembawa acara akan berperan sebagai tour guide untuk Ozawa yang merekomendasikan satu restoran dengan sajian masakan khas Indonesia. Ozawa akan mencicipi makanan-makanan khas Indonesia dan akan belajar memasak makanan yang paling dia sukai dengan dalih agar dia tetap bisa menikmati kuliner Indonesia kesukaannya di negara asalnya. Behind the scene tentu saja Ozawa akan dipandu oleh koki yang berpengalaman di dapur maupun di depan kamera, sehingga Ozawa dalam memasak akan terlihat sedikit ahli namun kebanyakan amatirnya.

Aktivitas ini pada endingnya akan menanyakan kepada Ozawa, apa beda yang paling mendasar antara makanan Indonesia dan Jepang. Tujuannya adalah terjadi pertukaran budaya secara sederhana pada acara ini, juga selain itu agar pada muda-mudi sadar bahwa kuliner merupakan kebudayaan juga, jangan sampai Nasi Padang kita di klaim menjadi milik Malaysia. Sebagai penutup juga, Ozawa akan meneriakan “You Are So Special, Indonesia…!!”

3. Ozawa dan tari tradisional Indonesia

Ozawa akan menampilkan salah satu tarian tradisional Indonesia dalam kostum tarian tradisional Indonesia. Tentunya sebelum tarian ditampilkan, akan ditampilkan juga Video dokumentasi perjalanan Ozawa dalam latihan menari tarian yang akan ditampilkan. Tarian dan video akan ditampilkan pada aktivitas nomor 4 dibawah.

Aktifitas ini diharapkan dapat membuka mata rakyat Indonesia, bahwa budaya tari daerah itu harus dan pantas kita lestarikan. Jangan sampai goyang ngebor ala inul disangka sebagai tari tradisional Indonesia.

Pada acara ini juga akan ditampilkan juga penari modern dance Indonesia yang juga akan menampilkan tarian modern dance yang lebih akrab dimata rakyat Indonesia saat ini. Dengan catatan yang sangat penting, tarian modern dance itu akan banyak menyerap unsur-unsur tarian tradisional yang baru saja dibawakan oleh Ozawa. Tujuannya adalah agar masyarakat Indonesia bisa melihat kreativitas hasil karya orang Indonesia, kita bisa melihat bahwa tarian tradisional ternyata sangat indah dan tidak membosankan.

4. Puncak Acara – Ozawa : “You Are So Special, Indonesia..!”

Pada puncak acara, akan bekerjasama dengan satu acara show yang campur-campur, acara yang didalamnya ada lawak, ada music, ada gossip, ada talk show, dan lain-lain. Disini Ozawa akan diinterview dengan pertanyaan-pertanyaan yang sama sekali tidak menyinggung Miyabi sang artis JAV, melainkan pertanyaan hanya akan seputar pengalaman dia selama di Indonesia dan kesan setelah berinteraksi dengan orang-orang Indonesia. Pertanyaan seputar aktifitas-aktifitas diatas (program 1 sampai 3) juga bisa menjadi pembahasan yang baik. Ozawa akan menjawab pertanyaan dengan jawaban-jawaban yang menunjukan kekaguman Ozawa pada Indonesia, tentang bagaimana seharusnya kita sebagai orang Indonesia bangga akan budaya kita dan saling bahu-membahu membangun bangsa.

Pada acara ini juga sekilas perjalanan Ozawa di Indonesia akan ditampilkan melalui Video, dan ditutup dengan rangkaian tarian tradisional pada program nomor 3 yang akan dibawakan oleh Ozawa. Tentu saja kata-kata “You are so special, Indonesia..!” juga akan diteriakan di akhir acara.

Dengan tidak melupakan bahwa cukup banyak juga artis film dewasa yang kembali ke jalan yang benar, maka melalui rangkaian Ozawa : “You are so special, Indonesia”, Ozawa bisa menciptakan image bahwa Ozawa akan memulai bermain dalam film untuk segala umur dan itu dimulai karena fansnya di Indonesia.





Tips Mencuci Mobil Berwarna Putih

1 12 2008

Bagi kamu yang sudah memiliki mobil atau ingin memiliki mobil berwarna putih merek dan tipe apa saja..

Berikut tips-tips dan masukkan dari salah satu pabrik mobil, agar warna putih mobil anda tetap putih cemerlang dan awet, dan tidak belang..

Seperti yang kamu ketahui banyak orang yang memiliki mobil warna putih tetapi tidak mengetahui cara mencuci mobil dan merawatnya, sehingga warna putihnya tidak lagi secemerlang ketika masih baru dibeli, namun biasanya agak kekuning-kuningan, dan terkadang belang..

Berikut tips-tips dan masukkan cara mencuci mobil :

1. Jangan mencuci mobil di sembarang tempat.
2. Jangan mencuci mobil dengan memakai sembarang sabun cuci, misal sabun cream.
3. Sebelum mencuci mobil, pastikan mobil anda direndam dengan air hangat dan Bayclin secukupnya.
4. Jangan rendam mobil putih anda bersamaan dengan mobil berwarna lainnya, apalagi mobil hitam.
5. Tunggu rendaman sampai 1 jam, baru anda boleh mencuci.
6. Setelah 1 jam silahkan mencuci dengan bersih.
7. Apabila masih ada noda yang tertinggal, usahakan bersihkan, jangan dibiarkan, karena akan menjadi noda yang permanen.
8. Setelah mencuci,harap keringkan mobil sampai benar-benar kering.
9. Jangan lupa di setrika, agar tidak lecek.





Free Magazine

19 11 2008

Bisa kita lihat banyak free magazine yang akhirnya berguguran, berbagai macam penyebabnya, bisa karena mereka terlalu berkonsentrasi pada pemasukan (iklan) seperti halnya bisnis konvensional, dan mereka tidak fokus pada konten serta distribusi majalahnya itu sendiri, sampai-sampai Free Magz itu menjadi seperti Mini Yellow Pages.. Banyak dari mereka tidak memiliki profil pembaca yang jelas karena terlalu fokus di penjualan iklannya.. Banyak juga kita temukan free magz yang isinya copy paste dari internet..

Untuk serius di bisnis Free Magazine ini tidaklah mudah. Mereka harus benar-benar memiliki theme yang kuat dan nama yang benar-benar melukiskan isi dari majalah itu, selain itu juga harus memiliki team pencari konten yang baik, bukan asal copy dan paste dari internet.

Hal ini bisa kita lihat dari Free Magz yang bisa berkembang, kebanyakan dari mereka mengusung tema komunitas, kita ambil contoh media kawasan seperti Pluit, Kelapa Gading, Puri, dan lain-lain.. konten mereka cenderung diminati pembaca karena dekat dan berguna untuk mereka, distribusi pun bisa dengan door-to-door atau diletakan di pusat kegiatan kawasan seperti mall atau pasar karena cangkupan wilayah yang kecil, selain itu mereka juga sudah memiliki basis konsumen yang jelas, misal “penghuni kawasan Pluit”.. Namun kekurangannya media kawasan ini sulit mendapatkan iklan-iklan besar, karena pengiklan justru biasanya datang dari komunitas di kawasan itu sendiri.. Meskipun begitu tetap saja pesaing bisa masuk dengan mudah dan menggoyang pemain tua..

Free Magazine dapat bertahan apabila dia bisa membangun komunitas, hadir secara tegas, serta menyentuhnya secara emosional, dan bukan hanya mengandalkan komunitas yang sudah ada.. dengan begitu bukan hanya Free Magz yang mencari pengiklan, namun pengiklan juga akan mencari mereka..





Tips dalam menawarkan kartu kredit

9 11 2008

Pernah sebel sama sales kartu kredit yang kurang smart dalam menawarkan dagangannya ?

“Mau Boneka ? Gratis, tinggal isi data aja..”
“Gratis iuran tahunannya..”
“Ini bunganya 0%..!” (“What ? bunga apa nih ? Pinjaman ?” , “bunga cicilan di toko2 tertentu, Pak” , “Oohh… jadi dua kali lima puluh yach ?” , “Apa tuh ?” , “Cepek Degh..”)
“Daftar ini free menghabiskan 1 malam bersama saya” (yang nawarin ginian blom ada sich..)

Apa jawaban kamu biasanya ?

Hari ini aku lebih sebel lagi, karena ketika menunggu bill di The Buffet Citraland, aku didatangi sales kartu kredit yang kurang smart dalam menawarkan dagangannya.. kenapa aku katakan kurang smart ? karena ketika membuka pembicaraan langsung membuat orang sebel, nyerocos gak berhenti-berhenti selama 1 atau 2 menit.. berhubung aku agak sopan, ya terpaksa nunggu dia puas nyerocos baru bilang “Sorry bang, uda punya..” dan lebih stupid lagi, dia malah nawarin yayangku, dan memakan waktu yang lebih lama, mungkin hampir sekitar 5 menit sampai akhirnya dia puas nyerocos dan memberikan kami kesempatan untuk berbicara, pembicaraan kita langsung selesai dengan “Sorry bang, dia juga uda punya..”

Memang sih sebagian besar dari sales kartu kredit langsung nyerocos gak berhenti ketika nawarin dagangannya, kalau dilihat dari sisi lain, setidaknya ada 1 positif, setidaknya customer tau kartu yang dia pegang itu bebas iuran tahunan, tapi sisi negatifnya jadi banyak, misalnya customer awalnya akan ngedumel “tu sales dari bank yang ono rese banget… ntar gw mau tulis di blog” , setelah itu dibaca oleh kamu-kamu semua…

Berawal dari kekesalan itu aku ingin share ke rekan-rekan yang kebetulan berprofesi sebagai sales kartu kredit.

Berikut Tips dalam menawarkan kartu kredit in a smart way
Memanfaatkan senjata 1 : “Diskon” :

Awalnya mari kita bertanya, siapa yang belum punya kartu kredit ? atau kalau kamu sudah punya, coba berpikir balik ke alasan kenapa mau bikin kartu kredit ? Pastinya bukan karena iming-iming boneka atau iuran tahunan gratis kan ? Kalau aku sih berawal dari alasan-alasan semacam :
“Mau nonton buy one and get another one for free”
“Diskon di restoran favorite gw 50% !!”
“Diskon makannya banyak dimana-mana dan gede-gede”
“Kartu kredit = kartu diskon”

di simpulkan : Benefit dalam penggunaannya,

Oleh karena itu sebenarnya kalimat-kalimat pembuka berikut tidak lagi bisa disebut smart way :
- Boneka gratis *
- Free Annual Fee *
- Free one night stand with me * (hohoho)
- xxnamakartuxx nya, Pak…
* Term and condition apply

Kedua, pilihlah rekanan bank kamu yang memberikan diskon cukup menggiurkan dan juga masih sedikit yang tau, sebagai contoh si The Buffet dan kartu diskon 50% ABN Amro, cukup banyak yang makan The Buffet dan mungkin tertarik untuk makan di The Buffet, tidak sedikit juga yang suka ngundang pesta di The Buffet, dan kamu sebagai sales tidak bisa bilang “The Buffet gak enak, mana ada yang mau makan disono”, buktinya dia bisa mendapat lebih banyak pelanggan daripada kamu… lagian yang namanya makanan itu tergantung selera orang, karena yang seleranya buruk juga banyak.. always remember ”With a good sale’s technique, you can sell even a rubbish”

Setelah kamu menentukannya, berdirilah di depan tempat itu dan mulailah menawarkan mereka yang mondar-mandir di depan The Buffet dengan bilang salah satu dari ini :
- Pak, mau pesta di The Buffet diskon 50% ? *
- Bu, mau pesta di The Buffet diskon 50% ? *
- Dek, mau pesta di The Buffet diskon 50% ? *
(hehehe)
- Pak, tau gak pake ABN Amro makan berempat bisa dapet potongan sampai Rp. 138,000.- ?
- Bu, mau makan berdua tapi cukup bayar seharga satu orang gak pake ABN Amro ?

Setelah kamu puas diluar, strategi di dalam berbeda lagi, perhatikan mereka yang membayar tidak menggunakan kartu kredit, lalu hampiri dan mulai dengan “anda suka makanan di The Buffet ?” tunggu feedback, lalu tawarkan diskon 50% atau gaya lain seperti makan berdua bayar 1 orang..

Mereka yang sudah memiliki kartu kredit lebih dari satu akan sulit kamu tawarkan, tapi tidak ada salahnya, hanya saja jangan dipaksa, ketika dia tolak ya berbesarhatilah dan lepaskan dia, mungkin dia bukan jodohmu..

Memanfaatkan senjata lainnya :

Aku tidak begitu paham tentang mekanisme sales kartu yang menawarkan boneka ketika menawarkan kartu kredit, tentang darimana uang itu mereka dapatkan, rumor yang beredar mengatakan itu uang komisi mereka sendiri yang bahkan belum mereka dapatkan, tapi daripada menawarkan boneka yang harganya Rp. 10,000.- , lebih baik begini :

Pergilah ke fast food terdekat atau family entertainment center, mari kita ambil contoh McDonalds atau Timezone.. belilah kartu vouchernya yang senilai Rp. 10,000.- atau bahkan kamu bisa membeli produknya yang seharga Rp. 5,000.- , dan mulailah menawarkan kartu kamu ke mereka yang datang dengan iming-iming voucher langsung… jujur saja, aku tidak terlalu suka cara ini, mengingat orang dapat dengan mudah mengisi form dan tidak mengaktifkan kartunya… oleh karena itu ingatlah selalu, kamu harus menjelaskan benefit penggunaan kartu kamu, dengan mengetahui hal itu, maka dia akan mengaktifkan kartunya dengan sendirinya… kamu boleh juga menanyakan program diskon apa yang ditawarkan kartu kamu yang paling dia sukai, agar dia ingat kalau kartu kamu bisa digunakan untuk diskon itu…

Penutup

Silahkan copy dan paste serta sebarkan pemikiran aku ini dan jadikan rekan-rekan sales kita lebih smart dan tidak dicemooh ketika menawarkan kartu kreditnya… btw, sales baca email gak yach ?





Me and My Café’s Concept

1 11 2008

Belakangan aku memantabkan hati untuk memulai bisnis pertamaku – sebuah Café – serta aku berangan-angan untuk melahirkan sebuah komunitas kecil berdasarkan kafe itu.. Masalahnya cuman kekurangan modal.. Kurang modal moralal (kalo materi jadi material, moral jadi moralal lah, hehe, kalo gak jadi apa donk ?), karena sampai hari ini aku masih belum dapet doa restu dari ortu agar anak tercintanya ini bisa jadi bos, mereka masih nyuruh anaknya (dan bangga, perhaps ?) jadi kacung dulu..

Disini aku tidak akan menceritakan detail konsep kafe yang aku pikirkan.. hanya landasannya aja, hehe..

Berawal dari rasa penasaran ketika masih ABG dulu (Sekarang sih uda OBG – Om2 Baru Gede), kenapa sih orang rela bayar mahal hanya untuk makan dan minum di kafe di mall-mall ? Masih inget jawaban klasik – beli suasana, tapi coba perhatikan saat ini, hampir sebagian besar kafe sekarang malah jualan “Free Wifi” ketimbang jualan suasana, bayangkan saja ada sebuah kafe dibawah sebuah tangga yang padahal menurut (so called) kepercayaan orang-orang dulu tuh berjalan dibawah tangga itu bawa sial, ditambah lagi kafe itu hadir ditengah-tengah keramaian (maksudnya benar-benar ditengah orang rame-rame), dan ditambah lagi kafenya tuh rame banget kayak pasar, kafe dimana kalo kita datang dan duduk disitu (kalo bisa dapet tempat duduk), jangan harap bisa ngobrol dengan nyaman.. Berisik..

Fenomena ini didukung dengan beberapa temen gw yang belakangan lebih sering ngomong gini : “oi Ky, gw tunggu u di *bintang rusa jantan* aja yach, gw mau buka Friendster” dalem hati sempat bertanya “Emangnya si *bintang rusa jantan* beralih bisnis ke bisnis warnet ?” … Ditambah lagi aku pernah dengar orang berkata ketika di pameran laptop, ketika mempertimbangkan mau beli netbook karena lebih ringan, disebabkan karena dia males bawa berat-berat di Mall, lantas aku bertanya dalam hati, “kenapa harus di Mall, Bung ??” … Netbook saat ini sedikit banyak diasosiasikan dengan internetan gratis di kafe.. Aku lalu berspekulasi faktor tunggal boomingnya Netbook di Indonesia adalah dikarenakan kafe-kafe yang menjual “Free Wifi” itu..

Tapi dibalik itu, masih ada beberapa kafe-kafe yang masih menjual suasana, hanya saja mereka pun mulai bereaksi dengan ikutan memberikan “Free Wifi” agar pelanggan tidak lari, hanya bedanya pada intinya mereka masih menjual suasana, wifi benar-benar hanya bonus kepada mereka yang benar-benar menikmati suasana kafe itu.. Pernah tau kafe-kafe seperti ini ? bahkan ada beberapa yang tidak menyediakan wifi secara free, kalau mau pakai ya bayar.. menurutku itu baru kafe namanya, tempat dimana kita membeli waktu yang indah, tempat dimana perbincangan dan diskusi bisa keluar dengan lancar dan sehat.. hanya saja kafe seperti ini biasanya hanya untuk golongan tertentu, golongan yang rela membayar teh (yang kalau di warung dikasi gratis) seharga Rp. 90.000,- bahkan lebih..

Kepikiran gak kalau kafe seperti itu banyak sekali peminatnya di kalangan orang-orang yang sulit mengerti bedanya teh gratisan dengan teh yang seharga lebih dari Rp. 90.000,- ? Aku berbicara tentang sebuah kafe yang lebih sederhana, dengan pelayan yang hangat kepada pengunjung, dan dengan harga makanan dan minuman yang lebih masuk akal, dan tentunya suasana haruslah nyaman.. Aku berbicara tentang sebuah tempat yang ingin kamu datangi ketika tidak tau mau kemana.. Sebuah tempat dimana pembicaraan lebih bermakna dan ide lebih bersinar.. Sebuah tempat yang bahkan menyenangkan hanya dengan duduk berdua dengan teman tanpa perlu berbicara.. Sebuah tempat yang membuat pelanggannya bangga menjadi bagian dari tempat itu.. Seperti mimpi memang, tapi kafe seperti itulah yang ada di anganku, ini mimpi yang akan kukejar, tinggal tunggu tanggal mainnya aja ketika Ortu sudah rela melepas anaknya dari kacung menjadi bos.. Details ? tentunya sudah ada donk, hehe.. Free Wifi ? ada juga lah, hahaha…








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.