Dear my son…

7 01 2014

Aku berdoa untukmu Peter & Andrew.. aku tidak berdoa suatu saat nanti kalian akan memaafkan keegoisan aku atau mengerti mengapa aku melakukan semua ini.. aku berdoa agar kalian tumbuh sehat dan menemukan kebahagiaan kalian.. aku berdoa, andai suatu saat nanti kalian membutuhkan jawaban apakah aku mencintai kamu, kamu menemukan ini dan tau bahwa aku sangat mencintai kamu, meskipun aku tidak sempat menunjukkannya, aku sangat mencintai kalian.. Selamanya kamu adalah anakku.





Saya Menginginkan Seluruh Dunia Plus 5%

23 02 2010

Saya Menginginkan Seluruh Dunia Plus 5%
Bab I dari Buku : Masa Lalu Uang & Masa Depan Dunia
Penerbit : Pustaka Pohon Bodhi (Oktober 2007)

Terjemahan dari artikel : Larry Hannigan

Saya Menginginkan Seluruh Dunia Plus 5%

Fabian sangat bahagia karena dia akan menyampaikan sebuah pidato ke masyarakat besok. Dia selalu menginginkan kekayaan dan kekuasaan dan sekarang impiannya akan segera menjadi kenyataan. Dia adalah seorang tukang emas, mengukir emas dan perak menjadi perhiasan, tetapi semakin lama semakin tidak puas karena harus bekerja keras dalam hidupnya. Fabian menginginkan kesenangan, dan juga tantangan, dan sekarang rencana barunya siap untuk dimulai.

Selama puluhan generasi, masyarakat terbiasa dengan sistem perdagangan barter. Seseorang akan menghidupi keluarganya dengan memproduksi semua yang mereka butuhkan ataupun mengkhususkan diri dalam perdagangan produk tertentu. Kelebihan dari yang dia produksi, akan dia tukarkan dengan kelebihan barang lain yang diproduksi orang lain.

Pasar setiap hari ramai dan bersemangat, orang-orang berteriak dan melambaikan dagangannya. Sebelumnya pasar adalah tempat yang menyenangkan, tetapi sekarang jumlah orang terlalu banyak, pertengkaran pun semakin banyak. Tidak ada lagi waktu untuk ngobrol dan bercanda, sebuah sistem yang lebih baik mulai diperlukan.

Secara umum, orang-orang relatif bahagia, dan mereka menikmati buah dari hasil kerja keras mereka.

Di setiap komunitas dibentuk sebuah pemerintahan yang sederhana yang tugasnya menjaga agar kebebasan dan hak setiap anggota masyarakat dilindungi dan untuk memastikan bahwa tak seorang pun akan dipaksa untuk melakukan hal yang tidak dia inginkan oleh siapapun juga.

INI ADALAH TUJUAN SATU-SATUNYA DARI PEMERINTAH (GOVERNMENT) DAN SETIAP ANGGOTA PEMERINTAH DIPILIH SECARA SUKARELA OLEH ANGGOTA KOMUNITAS YANG ADA.

Namun, ada masalah yang tidak bisa mereka selesaikan di perdagangan pasar sehari-hari… Apakah sebelah pisau senilai dengan dua keranjang jagung? Apakah seekor kerbau lebih berharga dari seekor ayam…? Orang-orang menginginkan sistem yang lebih baik.

Fabian mengiklankan diri kepada masyarakat, “Saya punya solusi atas masalah barter yang kita alami, dan saya mengundang kalian semua untuk sebuah pertemuan publik besok harinya.”

Besok harinya orang-orang pun berkumpul di tengah kota dan Fabian menjelaskan kepada mereka konsep tentang “uang”. Masyarakat yang mendengarkan pidatonya terkesan dan ingin mendengar lebih banyak.

“Emas yang saya produksi menjadi perhiasan adalah logam yang luar biasa. Dia tidak akan berkarat, dan bisa bertahan sangat lama. Saya akan membuat emas dalam bentuk koin dan kita akan menyebut setiap koin dengan nama dolar”

Fabian menjelaskan konsep tentang nilai, dan bahwa “uang” akan menjadi medium pertukaran barang, sebuah sistem yang lebih baik daripada barter.

Salah satu dari anggota pemerintah bertanya “Tetapi orang tertentu bisa menambang emas sendiri dan membuat koin untuk diri mereka sendiri”

“Ini tidak boleh diterima” kata Fabian. “Hanya koin-koin yang disetujui pemerintah yang boleh digunakan, dan kita akan membuat stempel khusus di koin-koin tersebut.” Ini kedengarannya masuk akal dan orang-orang pun mulai menyarankan agar setiap orang mendapatkan sama banyak. “Tetapi saya yang paling pantas mendapatkan lebih” kata si pembuat lilin. “Tidak, saya lah yang berhak mendapatkan lebih,” kata si petani. Dan pertengkaran pun dimulai.

Fabian membiarkan mereka bertengkar selama beberapa saat, kemudian berkata, “Karena tidak ada kesepakatan di antara kalian semua, biarlah saya yang menentukan angkanya buat Anda. Tidak ada batasan berapa koin yang akan Anda dapatkan dari saya, semua tergantung kemampuan Anda untuk membayar. Semakin banyak yang Anda dapatkan, semakin banyak yang harus Anda kembalikan tahun depan.”

“Lalu apa yang akan kamu dapatkan?” kata salah satu pendengar.

“Karena saya yang menyediakan jasa ini, yaitu suplai uang, maka saya berhak mendapatkan bayaran dari kerja kerasku. Untuk setiap 100 koin yang Anda dapatkan dari saya, Anda akan membayarkan kembali kepadaku sebanyak 105 koin tahun depannya. 5 koin ini adalah bayaranku, dan saya akan menyebutnya bunga.”

Kedengarannya tidak terlalu buruk, lagipula 5% sepertinya tidak banyak. Maka orang-orang pun setuju. Mereka sepakat untuk bertemu seminggu kemudian dan memulai sistem baru ini.

Fabian tidak membuang waktu. Dia membuat koin emas siang dan malam, dan seminggu kemudian dia pun siap dengan koinnya. Orang-orang antri panjang di depan tokonya. Setelah dicek dan disetujui oleh pemerintah, koin emas Fabian resmi diedarkan. Sebagian orang hanya meminjam sedikit koin, setelah itu mereka segera pergi ke pasar mencoba sistem baru ini.

Masyarakat segera menyadari sisi baik dari sistem ini, dan mereka pun mulai menilai harga setiap barang dengan koin emas atau dolar. Orang-orang memberikan harga pada dagangannya sesuai dengan usaha untuk memproduksi barang tersebut. Barang yang mudah diproduksi harganya lebih rendah, dan barang yang sulit diproduksi harganya lebih mahal.

Alan adalah seorang tukang jam. Satu-satunya di kotanya. Jam yang dia buat sangatlah mahal, tetapi orang-orang bersedia membayar untuk mendapatkan jam yang dia buat. Dan kemudian ada seorang lain yang juga mulai membuat jam dan menjualnya dengan harga yang lebih murah. Alan pun terpaksa menurunkan harga jamnya. Kedua orang ini bersaing memproduksi jam dengan kualitas terbaik dengan harga yang lebih murah. Ini adalah asal muasal dari apa yang kita sebut kompetisi.

Hal yang sama terjadi juga kepada para kontraktor, operator transportasi, akuntan, petani, dan lainnya. Para pembeli selalu memilih transaksi yang menurut mereka paling menguntungkan, mereka memiliki kebebasan untuk memilih. Tidak ada perlindungan buatan semacam lisensi ataupun cukai tarif untuk menghambat orang-orang memulai perdagangan. Standar hidup masyarakat mulai meningkat, dan tak lama kemudian orang-orang pun tidak bisa membayangkan sebuah sistem perdangan tanpa uang.

Setahun kemudian, Fabian pun mulai mendatangi orang-orang yang berhutang kepadanya. Orang-orang tertentu memiliki koin emas lebih dari yang mereka pinjam, tetapi ini berarti ada orang lainnya yang memiliki lebih sedikit dari yang mereka pinjam, sebab jumlah koin yang dibuat pada awalnya memang terbatas jumlahnya. Orang-orang yang memiliki koin lebih membayar kepada Fabian dan juga 5% bunganya, tetapi mereka kemudian meminjam lagi kepadanya untuk melanjutkan sistem perdagangan di tahun mendatang.

Sebagian orang mulai menyadari untuk pertama kalinya seperti apa rasanya hutang. Sebelum mereka bisa meminjam kembali kepada Fabian, kali ini mereka harus menjaminkan aset-aset kepadanya, dan mereka pun melanjutkan perdagangan selama setahun mendatang, mencoba mendapatkan 5 koin lebih untuk setiap 100 koin yang mereka pinjam dari Fabian.

Saat itu, belum ada seorang pun yang menyadari bahwa seluruh masyarakat, sekalipun mengembalikan semua hutang koin mereka, tetap tidak bisa melunasi hutang mereka kepada Fabian, karena kelebihan 5% koin emas yang merupakan kewajiban mereka tidak pernah diedarkan oleh Fabian. Tak seorang pun selain Fabian yang mengetahui bahwa adalah hal yang mustahil bagi masyaratkat ini untuk bisa melunasi hutang mereka bila ditambahkan dengan bunga, uang yang tidak pernah dia edarkan.

Memang benar Fabian sendiri juga membuat koin untuk dirinya sendiri dan koin ini akan beredar di masyarakat, namun tidak mungkin dia sanggup mengkonsumsi 5% dari semua barang di masyarakat.

Di dalam toko emasnya, Fabian memiliki sebuah ruang penyimpanan yang sangat kuat, dan sebagian masyarakat merasa lebih aman kalau menitipkan koin emas mereka kepada Fabian untuk disimpan. Fabian akan menagih sejumlah uang tertentu sebagai jasa penyimpanan untuk orang-orang tersebut. Sebagai bukti atas deposit emas mereka, Fabian memberikan mereka selembar kertas kwitansi.

Orang-orang yang membawa kwitansi dari Fabian ini bisa menggunakan kertas ini untuk membeli barang sama halnya seperti menggunakan koin emas. Dan lama-kelamaan kertas-kertas ini beredar di masyarakat sebagai uang sama seperti koin emas.

Tak lama kemudian, Fabian menemukan bahwa kebanyakan orang tidak akan menukarkan kembali kwitansi deposit mereka dengan koin emasnya.

Dia pun berpikir, “Saya memiliki semua emas di sini dan saya masih juga bekerja sebagai tukang emas. Ini benar-benar tak masuk akal. Ada ribuan orang di luar sana yang akan membayarkan bunga kepada saya atas koin-koin emas yang mereka titipkan kembali kepada saya yang bahkan tidak mereka tukarkan kembali.”

Memang benar, emas-emas mereka bukan milikku, tetapi emas-emas itu ada di dalam gudangku, dan itulah yang penting. Saya tidak perlu membuat koin sama sekali, saya bisa menggunakan koin-koin yang dititipkan kepadaku.

Mulanya Fabian sangat hati-hati, dia hanya meminjamkan sebagian kecil dari emas yang dititipkan orang kepadanya. Lama-kelamaan, karena terbukti tidak ada masalah, dia pun meminjamkan dalam jumlah yang lebih besar.

Suatu hari, seseorang mengajukan sebuah pinjaman yang nilainya sangat besar. Fabian berkata kepadanya “daripada membawa koin emas dalam jumlah sebesar itu, bagaimana kalau saya menulis beberapa lembar kwitansi emas kepadamu sebagai bukti depositmu kepadaku.” Orang itu pun setuju. Dia mendapatkan hutang yang dia inginkan tetapi emasnya tetap di gudang Fabian! Setelah orang itu pergi, Fabian pun tersenyum, dia bisa meminjamkan emas kepada orang sambil mempertahankan emas di gudangnya sendiri.

Baik teman, orang tak dikenal, maupun musuh, membutuhkan uang untuk melanjutkan perdagangan mereka. Selama orang-orang bisa memberikan jaminan, mereka bisa meminjam sebanyak yang mereka butuhkan. Dengan hanya menuliskan kwitansi, Fabian bisa meminjamkan emas-emasnya senilai beberapa kali lipat dari yang sebenarnya dia miliki. Segalanya akan baik-baik saja selama orang-orang tidak menukarkan kwitansi deposit emas mereka kepada Fabian.

Fabian memiliki sebuah buku yang menunjukkan debit dan kredit dari setiap orang. Bisnis simpan-pinjam ini benar-benar sangat menguntungkan baginya.

Status sosial Fabian di masyarakat meningkat secepat kekayaannya. Dia mulai menjadi orang penting, dia harus dihormati. Di dunia finansial, kata-katanya adalah ibarat sabda suci.

Tukang emas dari kota lain mulai penasaran tentang rahasia Fabian dan suatu hari mereka pun mengunjunginya. Fabian memberitahu apa yang dia lakukan, dan menekankan kepada mereka pentingnya kerahasiaan dari sistem ini.

Seandainya skema ini terekspos, bisnis mereka pasti akan ditutup, jadi mereka sepakat untuk menjaga kerahasiaan bisnis ini.

Masing-masing tukang emas ini kembali ke kota mereka dan menjalankan operasi seperti yang diajarkan oleh Fabian.

Orang-orang menerima kwitansi emas sama seperti emas itu sendiri, dan banyak emas yang masyarakat pinjam yang akan dititipkan kembali kepada Fabian. Ketika seorang pedagang ingin membayar kepada pedagang lainnya, mereka bisa menuliskan sebuah instruksi kepada Fabian untuk memindahkan uang dari rekening mereka kepada rekening lainnya, yang akan dilakukan oleh Fabian dengan mudah dalam beberapa menit. Sistem ini menjadi sangat populer, dan kertas instruksi ini pun mulai dikenal dengan sebutan “cek.”

Pada suatu malam, para tukang emas dari berbagai kota ini mengadakan sebuah pertemuan rahasia dan Fabian mengajukan sebuah rencana baru. Besok harinya mereka rapat dengan pemerintah dan Fabian berkata, “Kertas kwitansi kami telah menjadi sangat populer. Tak perlu diragukan, Anda para wakil rakyat juga menggunakan mereka dan manfaatnya jelas-jelas sangat memuaskan. Namun, sebagian kwitansi ini telah dipalsukan oleh orang-orang. Hal ini harus dihentikan!”

Para anggota pemerintah pun mulai khawatir. “Apa yang bisa kami lakukan? Tanya mereka. Jawaban Fabian “Pertama-tama, adalah tugas dari pemerintah untuk mencetak uang kertas dengan desain dan tinta yang unik, dan masing-masing uang kertas ini harus ditandatangani oleh Gubernur. Kami para tukang emas akan dengan senang hati membayar biaya cetak ini, ini juga akan menghemat banyak waktu kami untuk menulis kwitansi.” Para anggota pemerintah berpikir “Ya, memang kewajiban kami untuk melindungi masyarakat dari pemalsuan uang dan nasehat dari Fabian ini kedengarannya memang masuk akal.” Dan mereka pun setuju untuk mencetak uang kertas ini.

“Yang kedua”, kata Fabian, “sebagian orang juga pergi menambang emas dan membuat koin emas mereka sendiri. Saya menyarankan agar dibuat sebuah hukum agar setiap orang yang menemukan emas harus menyerahkannya. Tentu saja, mereka akan mendapat ganti rugi koin yang saya buat dan uang kertas baru.”

Ide ini pun mulai dijalankan. Pemerintah mencetak uang kertas baru dengan pecahan $1, $2, $5, $10, dan lainnya. Biaya cetak yang rendah ini dibayarkan oleh parang tukang emas.

Uang kertas ini jauh lebih gampang untuk dibawa dan dalam waktu singkat diterima oleh masyarakat. Namun, di luar faktor kenyamanan, ternyata uang kertas dan koin emas yang beredar hanyalah 10% dari nilai transaksi masyarakat. Kenyataan perdagangan menunjukkan bahwa 90% nilai transaksi dilakukan dengan cara pindah buku (cek).

Rencana berikut Fabian mulai berjalan. Sampai saat itu, orang-orang membayar Fabian untuk menitipkan koin emas (uang) mereka. Untuk menarik lebih banyak uang ke gudangnya, Fabian akan membayar para depositor 3% bunga atas emas titipan mereka.

Kebanyakan orang mengira Fabian meminjamkan kembali uang yang dititipkan kepadanya. Karena dia meminjamkan kepada orang lain dengan bunga 5%, dan dia membayar para deposan 3%, maka keuntungan Fabian adalah 2%. Orang-orang pun berpikir jauh lebih baik mendapatkan 3% daripada membayar Fabian untuk menjaga emas (uang) mereka, dan mereka pun tertarik.

Volume tabungan meningkat dengan cepat di gudang Fabian. Dia bisa meminjamkan uang kertas $200, $300, $400, bahkan sampai sampai $900 untuk setiap $100 yang dia dapatkan dari deposan. Dia harus berhati-hati dengan ratio 9:1 ini, sebab menurut pengalamannya, memang ada 1 dari setiap 9 orang yang akan menarik emas mereka. Bila tidak ada cukup uang saat diperlukan, masyarakat akan curiga.

Dengan demikian, untuk $900 dolar pinjaman yang diberikan Fabian, dengan bunga 5% dia akan mendapatkan kembali $45. Ketika pinjaman + bunga ini dilunasi, Fabian akan membatalkan $900 di kolom debit pembukuannya dan sisa $45 ini adalah miliknya. Dia dengan senang hati akan membayar bunga $3 untuk setiap $100 yang dititipkan deposan kepadanya. Artinya, keuntungan riil dari Fabian adalah $42! Bukan $2 yang dibayangkan kebanyakan orang. Para tukang emas di kota-kota lain melakukan hal yang sama. Mereka menciptkaan kredit (pinjaman) tanpa modal (emas) dan menagih bunga atas pinjaman mereka.

Para tukang emas ini tidak lagi membuat koin emas, pemerintahlah yang mencetak uang kertas dan koin dan memberikannya kepada para tukang emas ini untuk didistribusikan. Satu-satunya biaya Fabian adalah ongkos cetak uang yang sangat murah. Di samping itu, dia juga menciptakan kredit tanpa modal dan menagih bunga atas pinjaman barunya ini. Kebanyakan orang mengira suplai uang adalah operasi dari pemerintah. Mereka juga percaya bahwa Fabian meminjamkan uang dari para deposan kepada peminjam baru, tetapi rasanya agak heran mengapa orang lain bisa mendapatkan uang padahal uang para deposan masih tetap tak berkurang. Seandainya semua orang mencoba mengambil uang mereka pada saat yang bersamaan, skema penipuan ini akan terekspos.

Tak masalah bila sebuah pinjaman diajukan dalam bentuk uang kertas atau koin. Fabian tinggal mengatakan kepada pemerintah bahwa penduduk bertambah dan produksi baru memerlukan uang baru, yang akan dia dapatkan dengan biaya cetak yang sangat kecil.

Suatu hari seseorang pergi menemui Fabian. “Bunga yang Anda tagih ini salah,” katanya. “Untuk setiap $100 yang Anda pinjamkan, Anda meminta $105 sebagai kembalinya. $5 extra ini tidak mungkin bisa dibayarkan karena mereka bahkan tidak eksis.

”Petani memproduksi makanan, industri memproduksi barang, tetapi hanya Andalah yang memproduksi uang. Katakanlah hanya ada dua pedagang di negara ini, dan semua orang bekerja untuk salah satunya. Mereka masing-masing meminjam $100. Setahun kemudian, mereka harus mengembalikan masing-masing $105 kepada Anda (total $210). Bila salah satu orang berhasil menjual habis dagangannya dan mendapatkan $105, orang yang tersisa hanya akan memiliki $95, dia masih berhutang $10 kepadamu, dan tidak ada uang yang beredar untuk melunasi $10 ini kecuali dia mengajukan pinjaman baru kepadamu. Sistem ini bermasalah!”

“Untuk setiap $100 yang kamu pinjamkan, kamu seharusnya mengedarkan $100 kepada sang peminjam dan $5 untuk kamu belanjakan, jadi total uang yang beredar memungkinan si peminjam untuk membayar”

Fabian mendengarkan dengan tenang dan menjawab, “Dunia finansial adalah subjek yang rumit, anak muda, butuh waktu bertahun-tahun untuk memahaminya. Biarkan saya saja yang memikirkan masalah ini, dan kamu mengurus urusanmu saja. Kamu harus belajar untuk menjadi lebih efisien, meningkatkan produksimu, memotong ongkos pabrikmu dan menjadi pengusaha yang lebih cerdas. Saya siap membantu untuk urusan itu.”

Orang ini pun pergi meninggalkan Fabian, tetapi hatinya masih juga bimbang. Sepertinya ada yang tidak beres dengan sistem kerja Fabian, dan pertanyaan yang dia ajukan masih belum dijawab.

Orang-orang menghormati Fabian dan kata-katanya. Dia adalah pakar, orang yang tidak setuju dengannya pastilah orang bodoh. Lihatlah betapa negara ini bertambah maju, produksi kita juga terus bertumbuh, kehidupan kita sudah jauh lebih baik.

Untuk menutup bunga dari uang yang mereka pinjam, para pedagang dan pengusaha meninggikan harga dagangan mereka. Karyawan senantiasa memprotes mereka dibayar terlalu rendah dan pemilik perusahaan senantiasa menolak membayar lebih. Petani tidak bisa mendapatkan harga jual yang adil dari produk pertanian mereka. Para Ibu rumah tangga terus merasa tidak puas karena harga barang di pasar dinilai terlalu tinggi.

Pada suatu ketika, orang-orang akhirnya mulai berdemonstrasi, hal yang belum pernah terjadi sebelumnya. Sebagian orang tidak sanggup melunasi hutang mereka dan menjadi miskin. Teman dan saudara mereka pun tidak sanggup untuk menolong. Mereka lupa kekayaan yang sebenarnya masih berlimpah di sekeliling mereka : tanah yang subur, hutan yang kaya, mineral yang berlimpah dan juga ternak-ternak yang sehat. Yang mereka pikirkan sepanjang hari adalah uang yang rasanya selalu kurang. Mereka tidak pernah bertanya tentang sistem. Mereka percaya pemerintahlah yang sedang menjalankan sistem ini.

Sebagian kecil orang di masyarakat yang kelebihan uang mulai membentuk perusahaan mereka sendiri untuk meminjamkan uang mereka. Mereka menagih bunga 6% atas uang mereka, lebih baik dari 3% yang ditawarkan oleh Fabian. Namun orang-orang ini meminjamkan uang mereka sendiri, tidak seperti Fabian yang bisa meminjamkan uang / menciptakan kredit tanpa modal.

Perusahaan-perusahaan pembiayaan ini tetap membuat khawatir Fabian dan kawan-kawannya, jadi mereka pun membentuk perusahaan pembiayaan mereka sendiri. Dalam kebanyakan kasus, mereka membeli perusahaan-perusahaan pembiayaan saingan mereka tersebut. Pada akhirnya, semua perusahaan pembiayaan dimiliki ataupun dalam kendali mereka.

Situasi ekonomi terus memburuk. Para pegawai mulai yakin bos mereka mendapatkan terlalu banyak keuntungan. Pemilik perusahaan pun menilai pegawainya terlalu malas dan tidak cukup bekerja keras. Semua orang mulai menyalahkan orang lain. Pemerintah bingung bagaimana menyelesaikan masalah ini. Masalah paling mendesak tentunya adalah bagaimana menolong orang yang paling miskin.

Pemerintah pun memulai sebuah program sosial dan memaksa anggota masyarakat untuk membayar sistem ini. Hal ini membuat marah sebagian orang, mereka percaya kepada gagasan lama bahwa membantu orang seharusnya adalah usaha suka rela, bukan paksaan.

“Peraturan ini adalah perampokan yang dilegalkan. Mengambil sesuatu dari seseorang, dengan menentang keinginan dari orang yang bersangkutan, apapun tujuannya, tidaklah berbeda dengan mencuri darinya.”

Namun orang-orang tak berdaya karena bila tidak membayar mereka akan dimasukkan ke dalam penjara. Program sosial ini selama beberapa waktu memang membantu keadaan, tetapi tak lama kemudian masalah kemiskinan muncul kembali dan uang yang diperlukan untuk menjalankan sistem ini pun terus bertambah. Ongkos sosial terus meningkat, demikian juga dengan skala pemerintahan.

Kebanyakan wakil rakyat adalah orang-orang yang tulus melakukan pekerjaan mereka dengan benar. Mereka pun tidak menyukai gagasan terus-menerus meminta uang dari masyarakat. Akhirnya, mereka mencari pinjaman dari Fabian dan kawan-kawannya. Mereka bahkan tidak mengetahui bagaimana mereka bisa membayar. Orang tua mulai tidak sanggup membayar biaya sekolah anak-anaknya. Sebagian orang tidak sanggup membayar biaya dokter dan obat-obatan. Operator transportasi pun mulai gulung tikar.

Satu demi satu usaha diambil alih pemerintah. Guru, dokter, dan banyak pekerjaan lainnya mulai menjadi tanggung jawab pemerintah.

Tidak banyak orang yang mendapatkan kepuasan di pekerjaannya. Mereka dibayar gaji yang wajar, tetapi kehilangan jati diri. Mereka menjadi budak dari sebuah sistem.

Tidak banyak ruang untuk inisiatif, sedikit penghargaan atas usaha pribadi, pendapatan mereka relatif tetap dan naik pangkat terjadi hanya kalau atasan mereka pensiun ataupun mati.

Di tengah keputusasaan, pemerintah akhirnya meminta nasehat dari Fabian. Mereka menganggapnya sebagai orang bijak dan selalu memiliki solusi atas permasalahan uang. Fabian mendengar keluhan dari pemerintah dan akhirnya menjawab, “Banyak orang yang tidak bisa menyelesaikan persoalan mereka, mereka membutuhkan orang lain untuk melakukannya. Tentu Anda setuju bahwa semua orang berhak atas kebahagiaan dan berhak atas semua kebutuhan pokok mereka bukan? Satu-satunya cara untuk menyeimbangkan situasi adalah mengambil dari yang kaya dan memberikan kepada yang miskin. Kenalkan sebuah sistem baru yaitu pajak. Semakin banyak kekayaan seseorang, semakin banyak dia harus membayar pajak. Sekolah dan rumah sakit seharusnya gratis bagi mereka yang tidak sanggup membayar…”

Selesai memberikan nasehat, Fabian pun tidak lupa mengingatkan pemerintah, “Hm, jangan lupa Anda masih berhutang kepada saya. Tetapi baiklah, saya akan membantu Anda. Sekarang Anda hanya perlu membayar bunga kepada saya, Anda bisa menunda pembayaran hutang pokok kepada saya.”

Pemerintah mempercayai Fabian, dan mereka pun segera memperkenalkan pajak penghasilan, semakin banyak yang Anda dapatkan, semakin tinggi pajak yang Anda bayarkan. Tak seorang pun anggota masyarakat yang setuju. Namun, sama seperti sebelumnya, mereka harus membayar atau masuk penjara.

Pedagang lagi-lagi harus menaikkan harga jual barangnya. Para pegawai kembali menuntut kenaikan gaji, bisnis-bisnis mulai gulung tikar, ataupun mulai mengganti tenaga manusia dengan mesin. Siklus ini berulang-ulang dan memaksa pemerintah memperkenalkan berbagai skema-skema sosial lainnya.

Pengaturan tarif dan perlindungan mulai diterapkan untuk menyelamatkan industri-industri tertentu dari kebangkrutan dan menyediakan lapangan kerja. Sebagian orang mulai bertanya-tanya apakah tujuan dari kegiatan produksi ekonomi adalah untuk memproduksi barang atau hanya untuk menyediakan lapangan kerja.

Seiring memburuknya keadaan, orang-orang mulai mengendalikan upah pegawai, kontrol biaya, dan segala macam kontrol-kontrol lainnya. Pemerintah pun berupaya mendapatkan lebih banyak uang lewat pajak penjualan, pajak penghasilan, dan pajak-pajak yang lain. Sebagian orang mulai memperhatikan bahwa sejak petani menaman padi sampai beras sampai ke tangan Ibu rumah tangga, ada lebih dari 50 jenis pajak yang sudah dibayarkan.

“Pakar” mulai muncul dan sebagian mulai terpilih untuk bekerja di pemerintahan, namun tahun demi tahun berlalu dan mereka tidak berhasil menyelesaikan permasalahan apapun, kecuali bahwa pajak perlu “disesuaikan” yang mana dalam kebanyakan kasus artinya harus dinaikkan.

Fabian mulai menuntut pembayaran atas bunga pinjamannya, dan semakin lama semakin banyak porsi pajak yang digunakan untuk membayar kepadanya.

Kemudian mulai muncul apa yang disebut dengan partai politik, orang-orang di masyarakat mulai berargumentasi partai mana yang orang-orangnya bisa menyelesaikan permasalahan mereka. Mereka mulai bertengkar mengenai personalitas, idealisme, lambang partai dan berbagai hal lainnya kecuali asal muasal permasalahan mereka.

Di kota tertentu, bunga pinjaman yang harus dibayar sudah melebihi total penerimaan pajak tahunan yang bisa dikumpulkan. Bunga-bunga baru pun mulai diperhitungkan atas bunga yang belum dibayarkan.

Secara perlahan-lahan kekayaan riil dari negara mulai berpindah tangan ke Fabian dan kawan-kawannya dan mereka memiliki kendali yang semakin lama semakin besar atas kehidupan masyarakat. Namun, pengendalian mereka belum selesai. Mereka menyadari bahwa situasi tidak akan benar-benar aman sebelum semua orang berhasil dikendalikan.

Kebanyakan orang yang menentang sistem ini bisa dibuat diam dengan tekanan finansial, ataupun dengan ejekan publik. Untuk melakukan ini Fabian dan kawan-kawan membeli kepemilikan dari semua koran, TV, dan radio dan menyeleksi orang-orang apa yang boleh bekerja di dalamnya. Kebanyakan dari orang-orang ini sebenarnya benar-benar ingin memperbaiki keadaan, tetapi mereka tidak menyadari bagaimana mereka sedang diperalat. Solusi mereka selalu terarah kepada akibat dari masalah, bukan penyebab dari masalah.

Ada bermacam-macam surat kabar, satu untuk sayap kanan, satu untuk sayap kiri, satu untuk kelas pekerja, satu untuk kaum pengusaha, dan seterusnya. Tidak masalah koran yang mana yang Anda percayai, selama Anda tidak memikirkan penyebab awal dari permasalahan.

Rencana Fabian sudah hampir selesai, seluruh negara saat ini berhutang kepadanya. Melalui pendidikan dan media, dia mengendalikan pikiran masyarakat. Orang-orang hanya akan berpikir sejauh yang dia inginkan.

Setelah seseorang memiliki jauh lebih banyak uang dari yang sanggup dia gunakan, apa lagi yang akan menyenangkan hatinya? Bagi mereka yang memiliki mentalitas menguasai, jawabannya adalah kekuasaan, kekuasaan mutlak atas kemanusiaan.

Kebanyakan tukang emas akhirnya mengarah ke sana. Mereka mengetahui rasanya kaya raya, dan perasaan itu tidak lagi cukup untuk memuaskan mereka. Mereka membutuhkan tantangan dan kesenangan baru, dan kekuasaan atas massa adalah permainan berikut.

Mereka percaya mereka adalah kelompok superior atas lainnya. “Adalah hak dan kewajiban kami untuk mengatur. Masyarakat tidak tahu apa yang baik untuk mereka. Mereka perlu dikendalikan dan diatur. Mengatur adalah takdir dari kami.”

Di seluruh penjuru negeri, Fabian dan kawan-kawan memiliki banyak perusahaan pembiayaan. Memang, masing-masing perusahaan dimiliki secara pribadi. Secara teori mereka adalah saingan masing-masing. Namun, kenyataan yang sebenarnya adalah mereka semua saling bekerja sama dengan seksama. Setelah berhasil membujuk pemerintah, mereka mendirikan sebuah institusi yang mereka sebut dengan Bank Sentral. Mereka bahkan tidak perlu mengeluarkan modal untuk mendirikannya, mereka menciptakan kredit dengan menggunakan uang deposit masyarakat.

Institusi ini tampak sebagai badan yang meregulasikan suplai uang dan merupakan bagian dari pemerintah. Tetapi anehnya, tidak ada wakil pemerintah yang diizinkan untuk duduk di badan Direktur di dalamnya.

Pemerintah tidak lagi meminjam secara langsung dari Fabian, pemerintah sekarang meminjam dengan cara menerbitkan surat hutang kepada Bank Sentral. Jaminan dari surat hutang ini adalah penerimaan pajak tahun berikut. Ini adalah bagian dari rencana Fabian, menyingkirkan kecurigaan orang kepadanya dengan membuat kesan seolah-olah suplai uang dikendalikan oleh pemerintah. Kenyataannya, di balik layar, dialah yang memegang kendali.

Secara tidak langsung, dialah yang mengendalikan pemerintah. Tidak penting siapa yang terpilih sebagai wakil rakyat di pemerintahan. Fabianlah yang memegang kendali atas uang, darah dan nyawa dari perdagangan sebuah bangsa.

Pemerintah selalu mendapatkan uang yang mereka inginkan, tetapi bunga selalu dikenakan pada setiap pinjaman. Semakin lama semakin banyak orang yang memerlukan bantuan sosial pemerintah, dan tak lama kemudian pemerintah sadar bahwa mereka kesulitan bahkan hanya untuk membayar bunga saja, apalagi hutang pokok.

Sebagian orang mulai bertanya, “Uang adalah sistem yang diciptakan manusia. Bukankah seharusnya sistem ini bisa diubah agar uang menjadi pelayan, bukan sebaliknya?” Namun semakin lama jumlah orang-orang ini semakin sedikit dan suara mereka hilang di tengah sebuah masyarakat yang tidak lagi peduli.

Pemerintahan berubah, partai yang berkuasa juga bisa berubah, namun kebijakan utama tidak. Tidak masalah siapa yang menjadi pemerintah, rencana besar Fabian semakin lama semakin mendekati kenyataan dari tahun ke tahun. Kebijakan pemerintah tidak lagi ada artinya. Rakyat mulai dikenai pajak mendekati ambang batas mereka, mereka tidak lagi sanggup membayar. Waktunya sudah hampir matang bagi Fabian untuk aksi finalnya.

10% dari suplai uang masih dalam bentuk uang kertas dan koin. Ini harus dimusnahkan sama sekali tetapi tidak boleh menimbulkan kecurigaan publik. Selama masyarakat masih memiliki uang (kertas maupun koin), mereka bebas untuk membeli dan menjual sesuka hati mereka, mereka masih memiliki sedikit kontrol atas kehidupan mereka.

Tidaklah selalu nyaman untuk membawa uang tunai dan koin. Cek juga tidak bisa diterima bila sudah keluar dari sebuah komunitas tertentu. Oleh karena itu, sebuah sistem yang lebih baru perlu dipikirkan. Sekali lagi Fabian memiliki jawabannya. Organisasinya akan menerbitkan sebuah kartu plastik yang memiliki data pemegangnya: nama, foto, dan nomor penduduk.

Saat kartu ini akan digunakan, pedagang akan menyambungkan komputernya untuk mengecek kredit dari kartu tersebut. Seandainya tidak ada masalah, pemegang kartu ini boleh membeli barang seharga limit tertentu.

Awalnya orang akan diizinkan untuk berhutang sedikit. Seandainya uang ini dibayarkan dalam sebulan, maka tidak ada bunga yang perlu dibayarkan. Ini tidak masalah untuk kelas pegawai, tetapi bagaimana ini bisa berlaku juga untuk para pedagang dan pengusaha? Mereka harus mempersiapkan mesin-mesin, kemudian menjalankan proses manufaktur dari barang yang akan mereka produksi, membayar gaji pegawai, menjual barang dagangannya dan membayar kembali hutang mereka. Bila melewati satu bulan, mereka akan dikenai bunga 1.5% per bulan dari nilai hutang mereka. Total 18% setahun.

Pengusaha tidak memiliki jalan lain selain menambahkan 18% ke dalam nilai jual dagangan mereka. Namun kelebihan uang / kredit (18%) ini tidak pernah dipinjamkan kepada siapapun. Di seluruh negeri, para pengusaha disuruh menjalani misi mustahil untuk membayar kembali $118 untuk setiap $100 yang mereka pinjam, tetapi kelebihan $18 ini tidak pernah diedarkan oleh Bank sejak awal.

Namun Fabian dan kawan-kawan menikmati status yang semakin penting di masyarakat. Mereka menjadi orang-orang penting yang terhormat. Pengumuman dan pendapat mereka tentang finansial dan ekonomi bahkan bisa disetarakan dengan sabda suci spiritual.

Di bawah beban bunga yang terus bertambah, banyak perusahaan kecil menengah yang mulai bangkrut. Lisensi-lisensi khusus diperlukan untuk menjalankan operasi-operasi tertentu, jadi perusahaan-perusahaan yang tersisa memiliki semakin banyak hambatan dalam berusaha. Fabian memiliki dan mengendalikan semua perusahaan besar beserta ratusan anak perusahaan mereka. Perusahaan-perusahaan itu tampak seperti saingan satu sama lain, tetapi dialah yang ada di balik semua perusahaan itu. Para kompetitor perlahan-lahan dipaksa gulung tikar. Tukang kayu, konstruksi, listrik dan industri-industri kecil menengah menjalani takdir yang sama, dibeli oleh perusahaan raksasa milik Fabian yang memiliki proteksi dan perlakuan khusus dari pemerintah.

Fabian menginkan kartu plastik ini untuk menggantikan semua uang kertas dan koin. Rencananya adalah saat semua uang kertas dan koin ditarik, hanya bisnis yang menggunakan kartu komputerlah yang akan beroperasi.

Dia mengetahui bahwa suatu ketika orang-orang akan kehilangan kartu mereka dan tidak bisa membeli ataupun menjual sebelum identitas mereka bisa dibuktikan. Dia ingin agar dibuatkan sebuah hukum : sebuah hukum yang mengharuskan semua orang untuk memiliki sebuah nomor identifikasi yang ditato di dalam tangan mereka. Nomor ini cuma akan terlihat dengan sinar tertentu, yang dihubungkan dengan komputer. Setiap komputer akan dihubungkan dengan sebuah komputer pusat yang memungkinan Fabian mengetahui segala transaksi mengenai semua orang…

* * *

Terminologi yang digunakan saat ini untuk melukiskan sistem finansial di atas adalah “Fractional Reserve Banking.” (Cadangan Terbatas Perbankan).

Cerita yang Anda baca di atas, tentu saja, adalah fiksi.

Namun, bila Anda merasa terganggu karena cerita ini sangat mirip dengan kenyataan hidup kita, dan Anda ingin mengetahui siapa Fabian ini sebenarnya dalam kehidupan nyata, titik mulai yang baik untuk Anda pelajari adalah para tukang emas di Inggris pada abad 16 dan 17 Masehi.

Sebagai contoh, Bank of England didirikan pada tahun 1694. Raja William saat itu berada dalam kesulitan finansial yang besar karena perang melawan Perancis. Para tukang emas kemudian “meminjamkan” 1,2 juta pound (nilai yang amat besar pada zaman itu) dengan syarat tertentu.

Bunga yang dikenakan adalah 8%. Jangan lupa bahwa di Magna Carta sebenarnya dikatakan bahwa mengenakan dan mengumpulkan bunga (riba) atas pinjaman akan dikenakan hukuman mati. Raja William dipaksa memberikan izin kartel resmi kepada para tukang emas, sebuah hak untuk menciptakan kredit.

Sebelum itu, operasi untuk menerbitkan lebih banyak kwitansi emas daripada emas yang sebenarnya dimiliki adalah tindakan ilegal. Namun sejak izin kartel itu keluar, tindakan itu menjadi legal.

Di tahun 1694, W.Petterson mendapatkan hak kartel atas Bank of England.





Ozawa : “You are so special, Indonesia..!”

17 11 2009

Problem :

Geger luarbiasa terjadi ketika dilansir kepastian pembuatan film “Menculik Miyabi”.

Banyak yang tertipu hunting dvd-nya di Glodok. Mau dapat film action “motivator ulung”, malah dikerjain pedagang. Isi dvd-nya ternyata film Tom & Jerry.

Banyak aktor ngebel sutradara dan produser merengek ikut berperan dalam film tersebut. Ga dibayar ga pa2 deh.

Ehem…ehem…ada yang booking “dinner bersama Miyabi” ga ya? Kalo saya produsernya, pasti ada tuh. Satu orang 100 juta mungkin tetap banyak yang mau ya? Wah kalo tarif malamnya mah terserah masing-masing. Ehem…apa memang direncanakan juga ya?

Siapa sih atau apa sih Miyabi?

Miyabi adalah sebuah seri film dvd porno yang dibintangi oleh seorang Maria Ozawa. Paras dan bodinya yang cantik memang telah menjadi motivator serta konsultan ulung para pria.

Kembali kepada soal protes.

Banyak protes dilayangkan atas dasar predikat pekerjaan Maria Ozawa. Padahal Sutradara film, “Menculik Miyabi”,Rako Prijanto, telah menyakinkan bahwa Maria Ozawa tidak akan tampil sebagai sang “motivator” Miyabi.

Lepas dari pro dan kontra tersebut…

Jika Anda adalah Marketing / Brand Manager

Ada 2 Tantangan kali ini:

1) Bila Maria Ozawa tidak akan berperan sebagai sang “motivator” Miyabi, apakah film ini bisa laku terjual? Ingat, orang mengenal Maria Ozawa dari image-nya. Jangan-jangan datang menonton juga karena berharap membayangkan sang “motivator”. Gimana caranya supaya laku terjual?

2) Masih ingat film “Hancook”, dimana ada seorang PR consultant yang membantu Hancock berubah menjadi seorang superhero yang dicintai masyarakat ? Bila Anda adalah seorang PR consultant, strategi apakah yang akan Anda lakukan untuk mengubah citra seorang Maria Ozawa? Perubahan dandanan atau pakaian saja hanyalah asesoris penguat image saja.

Solution – Marketing Club 3rd Winner ISeNG XVIII

Pertanyaan tentang bagaimana supaya film itu laku, cukup sederhana, karena nama Miyabi sendiri sudah membuat buzz yang cukup besar sehingga film itu ditunggu-tunggu orang, jadi kalau ditanya akan laku atau tidak, pasti laku, mengapa ? berikut penjelasannya :

Saya akan memulai dengan mengajak kita semua memikirkan kembali, apa yang membuat sang artis ini terkenal di Indonesia ? pertanyaan ini mengesampingkan tentang jenis film yang dia mainkan di Jepang. Jawabannya sebenarnya cukup sederhana, yaitu kecantikan Ozawa yang cocok dengan selera cowo-cowo di Indonesia, karena kalau dilihat, Ozawa memiliki kecantikan yang berbeda dengan artis-artis Jepang lainnya, Ozawa memiliki wajah Indonesia.

Sehingga sekarang tantangannya adalah bagaimana membuat orang-orang yang datang menonton bukanlah orang-orang maniak JAV yang mengharapkan adegan-adegan yang sudah jelas-jelas gak mungkin ada.

Menjawab tantangan itu ditambah dengan latar belakang mengapa dari sekian banyak artis JAV hanya Miyabi yang terkenal di Indonesia, maka solusi yang akan saya ambil memang lebih banyak ke strategi PR yang dibungkus dengan serangkaian acara, untuk menyatakan secara implicit bahwa tidak mungkin Ozawa melakukan peran Miyabi yang tidak senonoh di Menculik Miyabi, keseluruhan program akan dinamakan Ozawa : “You are so special, Indonesia..!”

Pemilihan kata Ozawa sendiri adalah karena Miyabi (yang merupakan nama panggung dari Ozawa) sudah lekat sekali dengan JAV, jadi dari semua program, Ozawa akan dipanggil Ozawa, bukan Miyabi. Sehingga kalau boleh dibilang, Brand yang kita tonjolkan adalah “Ozawa”, bukan “Miyabi”-nya. Kemudian pemilihan tema ini juga lebih untuk menciptakan sosok Ozawa yang kagum akan budaya Indonesia yang penuh santun dan sangat welcome.

1. Siapa yang lebih kenal Indonesia ?

Aktivitas ini akan diadakan bekerja sama dengan salah satu program Quiz di televisi, konsepnya adalah kita menanyakan beberapa pertanyaan seputar Indonesia, misalkan pakaian adat orang Papua, atau yang umum seperti berapa jumlah propinsi di Indonesia. Tentunya behind the scene, Ozawa akan di brief dulu tentang pertanyaan yang akan ditanyakan, sehingga kira-kira 80% sampai 90% pertanyaan bisa dijawab dengan benar. Sedangkan orang Indonesia yang ditanyakan langsung dipilih random dari Jalanan dan ditanya di jalanan itu juga…

Contoh :

Scene 1 – Pembawa acara menanyakan “Apa nama ibukota Kalimantan Barat ?”

Scene 2 – Ozawa tampak berpikir / menjawab dengan tegas “Pontianak”

Scene 3 – WNI 1 di jalanan : “Emm… Makassar ?”

Scene 4 – WNI 2 di jalanan : “Banjarmasin!!”

Tentu saja scene 3 dan 4 bisa dilanjutkan scene 5 dan seterusnya, dan yang ditampilkan dipilih yang menjawab salah, dan sedikit dari yang menjawab benar

Aktivitas ini pada endingnya akan menanyakan kepada Ozawa, mengapa dia sangat mencintai Indonesia. Tujuannya adalah menyadarkan orang-orang di Indonesia bahwa seorang Ozawa ternyata juga mencintai Indonesia, bahkan mungkin lebih dari orang-orang Indonesia sendiri yang terkadang malah lebih mencintai Negara lain sampai-sampai sok-sok-an merasa pantas menilai sesuatu secara tidak bijaksana. Sebagai penutup, Ozawa akan meneriakan “You Are So Special, Indonesia…!!”

2. Memasak Kuliner Indonesia bersama Ozawa

Aktivitas ini juga akan dijalankan bekerja sama dengan acara info kuliner yang ditayangkan ketika jam makan siang, disini pembawa acara akan berperan sebagai tour guide untuk Ozawa yang merekomendasikan satu restoran dengan sajian masakan khas Indonesia. Ozawa akan mencicipi makanan-makanan khas Indonesia dan akan belajar memasak makanan yang paling dia sukai dengan dalih agar dia tetap bisa menikmati kuliner Indonesia kesukaannya di negara asalnya. Behind the scene tentu saja Ozawa akan dipandu oleh koki yang berpengalaman di dapur maupun di depan kamera, sehingga Ozawa dalam memasak akan terlihat sedikit ahli namun kebanyakan amatirnya.

Aktivitas ini pada endingnya akan menanyakan kepada Ozawa, apa beda yang paling mendasar antara makanan Indonesia dan Jepang. Tujuannya adalah terjadi pertukaran budaya secara sederhana pada acara ini, juga selain itu agar pada muda-mudi sadar bahwa kuliner merupakan kebudayaan juga, jangan sampai Nasi Padang kita di klaim menjadi milik Malaysia. Sebagai penutup juga, Ozawa akan meneriakan “You Are So Special, Indonesia…!!”

3. Ozawa dan tari tradisional Indonesia

Ozawa akan menampilkan salah satu tarian tradisional Indonesia dalam kostum tarian tradisional Indonesia. Tentunya sebelum tarian ditampilkan, akan ditampilkan juga Video dokumentasi perjalanan Ozawa dalam latihan menari tarian yang akan ditampilkan. Tarian dan video akan ditampilkan pada aktivitas nomor 4 dibawah.

Aktifitas ini diharapkan dapat membuka mata rakyat Indonesia, bahwa budaya tari daerah itu harus dan pantas kita lestarikan. Jangan sampai goyang ngebor ala inul disangka sebagai tari tradisional Indonesia.

Pada acara ini juga akan ditampilkan juga penari modern dance Indonesia yang juga akan menampilkan tarian modern dance yang lebih akrab dimata rakyat Indonesia saat ini. Dengan catatan yang sangat penting, tarian modern dance itu akan banyak menyerap unsur-unsur tarian tradisional yang baru saja dibawakan oleh Ozawa. Tujuannya adalah agar masyarakat Indonesia bisa melihat kreativitas hasil karya orang Indonesia, kita bisa melihat bahwa tarian tradisional ternyata sangat indah dan tidak membosankan.

4. Puncak Acara – Ozawa : “You Are So Special, Indonesia..!”

Pada puncak acara, akan bekerjasama dengan satu acara show yang campur-campur, acara yang didalamnya ada lawak, ada music, ada gossip, ada talk show, dan lain-lain. Disini Ozawa akan diinterview dengan pertanyaan-pertanyaan yang sama sekali tidak menyinggung Miyabi sang artis JAV, melainkan pertanyaan hanya akan seputar pengalaman dia selama di Indonesia dan kesan setelah berinteraksi dengan orang-orang Indonesia. Pertanyaan seputar aktifitas-aktifitas diatas (program 1 sampai 3) juga bisa menjadi pembahasan yang baik. Ozawa akan menjawab pertanyaan dengan jawaban-jawaban yang menunjukan kekaguman Ozawa pada Indonesia, tentang bagaimana seharusnya kita sebagai orang Indonesia bangga akan budaya kita dan saling bahu-membahu membangun bangsa.

Pada acara ini juga sekilas perjalanan Ozawa di Indonesia akan ditampilkan melalui Video, dan ditutup dengan rangkaian tarian tradisional pada program nomor 3 yang akan dibawakan oleh Ozawa. Tentu saja kata-kata “You are so special, Indonesia..!” juga akan diteriakan di akhir acara.

Dengan tidak melupakan bahwa cukup banyak juga artis film dewasa yang kembali ke jalan yang benar, maka melalui rangkaian Ozawa : “You are so special, Indonesia”, Ozawa bisa menciptakan image bahwa Ozawa akan memulai bermain dalam film untuk segala umur dan itu dimulai karena fansnya di Indonesia.





Bagaimana Mendapatkan Rp 1 Miliar dalam 3 Hari

17 11 2009

Saya akan mengajari Anda trik melakukan tipuan yang gampang namun mujarab. Di Inggris, tipuan ini konon dilakukan para bandar kepada para penggemar sepakbola untuk memasang taruhan skor pertandingan. Tapi kali ini akan saya jelaskan aplikasinya untuk dunia investasi karena lebih applicable. It does work, karena orang-orang kebanyakan ketika berurusan dengan uang cenderung bodoh, ignorant, sekaligus serakah (greed), sehingga trik ini hampir pasti 100% berhasil.

Pertama, kumpulkan daftar kontak 1,000 orang—-bisa offline atau online. Anda bisa memanfaatkan buku/direktori telepon, buku alumni, daftar email, Facebook, Twitter, dan masih banyak lagi. Katakan pada mereka bahwa Anda punya informan/orang dalam yang terpercaya, atau katakan bahwa Anda punya metode analisis saham yang sangat canggih, dan Anda tahu 100% seperti apa harga saham X selama 3 hari ke depan.

Yakinkan kepada mereka bahwa mereka mungkin tidak percaya kepada Anda, tapi Anda punya sesuatu yang sangat valid dan tidak dimiliki investor lain. Sebagai pembuktian (free trial), Anda akan menginformasikan pada mereka pergerakan salah satu saham (misalnya saham X) selama 3 hari ke depan secara cuma-cuma.

Kemudian, bagi 1,000 kontak tersebut jadi dua kelompok (masing-masing 500 orang). Kepada kelompok pertama, Anda mengatakan bahwa saham X besok pagi akan naik. Sementara kepada kelompok kedua, Anda mengatakan bahwa saham X akan turun. Ternyata keesokan harinya saham X naik. Lupakan kelompok kedua. Hubungi lagi kontak Anda di kelompok pertama. Katakan, “Tuh kan bener metode/informasi saya. Coba kita lihat lagi besok pagi.”

Bagi kembali kelompok kedua jadi dua (masing-masing 250 orang). Kepada 250 orang pertama, Anda mengatakan bahwa besok saham X akan naik. Sebaliknya, kepada 250 kedua, Anda mengatakan bahwa saham X besok akan turun. Ternyata saham X keesokan harinya turun. Lupakan kontak 250 orang pertama tadi. Hubungi kembali kontak 250 orang Anda yang kedua. Lakukan lagi trik serupa. Bagi 250 orang tadi jadi dua kelompok, masing-masing 125 orang, katakan pada 125 orang pertama bahwa saham X besok akan naik, dan kepada 125 orang lainnya bahwa saham X akan turun.

Kalau ternyata besok saham X turun, maka Anda hanya perlu fokus pada 125 orang terakhir. Mereka akan menganggap Anda seorang “dewa” karena mampu menebak harga saham secara tepat selama tiga hari berturut-turut. Dijamin, 125 orang tersebut mau melakukan apa saja karena Anda sudah terbukti “jagoan” dalam menebak harga saham.

Sekarang tinggal bagaimana Anda “memanfaatkan” 125 orang calon korban tersebut. Misalnya, Anda bisa menjual membership situs Anda yang berisikan tebakan terhadap harga saham-saham lainnya dengan iuran keanggotaan misal Rp 1 juta sebulan. Atau, Anda bisa memprospek agar mereka mau “menitipkan” investasi misal Rp 10 juta saja kepada Anda untuk Anda kelola. Jadilah kreatif. Gunakan imajinasi Anda.

Kalau Anda ingin mendapatkan tangkapan yang besar, Anda harus melakukan tipuan jangka panjang (long con). Caranya, lakukan tipuan tadi selama 1 minggu atau 2 minggu agar calon korban lebih percaya kepada trik Anda. Ada baiknya Anda mengumpulkan daftar kontak yang lebih besar. Misalnya Anda punya 1 juta kontak, dengan metode tersebut (split half, keep contacting correct leads), selama seminggu Anda akan punya 15 ribu kontak yang percaya kepada Anda.

Makin besar daftar kontak Anda tentu makin besar pula jumlah yang calon korban yang bisa Anda tipu. Anda bisa juga memanfaatkan orang lain supaya bisa menjangkau daftar kontak yang lebih banyak. Gunakan trik-trik persuasif dan buat twists sebagai bumbu jualan. Kalau perlu gunakan metode viral, kepada calon korban Anda, bujuk supaya mereka mau mengajak teman/saudara dengan iming-iming persentase keuntungan.

Dengan asumsi Anda punya 1,000 kontak dan melakukan tipuan ini selama 3 hari, maka Anda akan punya 125 orang calon korban. Seandainya masing-masing menitipkan Rp 10 juta kepada Anda, maka Anda akan mendapatkan Rp 1,25 miliar. Not a bad idea. Jaman serba susah begini, nggak gampang lho mendapatkan Rp 1,25 miliar dalam 3 hari tanpa perlu susah payah.





Mengapa Malaysia bisa lebih baik dari Indonesia ?

6 11 2009

Pertanyaan ini muncul dibenakku jauh sebelum Malaysia mulai mencuri satu per satu budaya negara lain. Selama ini aku ke negeri jiran itu hanya karena urusan bisnis, dijamu dan dihadapkan pada orang-orang super ramah. Sehingga aku tidak begitu mendapatkan jawabannya selama itu. Yang bisa kusimpulkan hanyalah disiplin diri terhadap peraturan, pelayanan yang maksimal, serta penguasaan bahasa inggris dan mandarin adalah kuncinya. Namun dari pengalamanku pergi ke Kuala Lumpur untuk berlibur aku menemukan beberapa hal yang cukup mengejutkan.

StarHill Gallery

StarHill Gallery

Hotel tempatku menginap ada di kawasan Bukit Bintang, jadi satu dengan mall StarHill Gallery, dari situ kami menjelajahi Malaysia jalan kaki atau naik kendaraan umum seperti Monorail atau Subway, di persimpangan lampu merah, sering kujumpai orang-orang yang menyeberang jalan meskipun lampu penyeberang jalan masih merah, disiplin ? gak juga. Parahnya lagi, di sekitar stasiun kereta Dang Wangi, tidak sedikit orang-orang yang menyeberang jalan begitu saja meskipun jelas-jelas ada tulisan peringatan denda 2500 RM (lebih kurang Rp 7.500.000,-) bagi yang menyeberang jalan namun tidak menggunakan jembatan penyeberangan..!

Dang Wangi

Dang Wangi Station

Tidak lupa juga fasilitas toilet umum di Kuala Lumpur yang juga tidak bersih-bersih banget. dan FYI, menurut aku Toilet kalo gak bersih ya uda pasti jorok… gak ada toilet yang sedikit jorok, kalo gak bersih ya jorok… bayangkan ada sisa-sisa berwarna kuning kecoklat-coklatan di toilet duduk di satu mall termewah di KL (Pavilion), bayangkan juga situasi di toilet itu dipenuhi orang-orang India gemuk dengan sorbannya yang khas dan jenggot serta bau rempahnya yang terkenal… yang pasti, gw trauma ke toilet di mall, mending balik Hotel aja kalo mau hajatan…

Pavilion

Pavilion

Selain itu, tidak jarang juga saya lihat mereka yang menjaga toko atau layanan, melayani orang lain dengan kasar dan jutek, istilahnya “you mau beli ya beli, kagak ya pergi sono..!” dan hal ini juga tidak hanya terjadi kepada saya, melainkan juga kepada orang lain sesama Malaysian. mereka juga tidak segan-segan mematok harga tinggi, bukan hanya ke tourist, melainkan kepada sesama Malaysian juga, sehingga tidak jarang terlihat mereka yang nawar harga seakan si penjual ogah-ogahan dan pembeli yang juga ogah-ogahan karena harga tinggi, tapi ada chemistry mau sama maunya diantara mereka berdua. Berada di Malaysia membuat aku kangen sama pelayan-pelayan Indonesia yang menjamu tamu bagaikan raja. bayangkan aja di sebuah restoran, kalo di Indonesia “Silahkan mister, bebek panggangnya”, kalo di Malaysia “Hei! Hei!! Mister..! Roast Duck, Enak..!”

Yang kedua adalah Bahasa. Coba jalan dan bertanya dalam bahasa inggris ke penjual di mall murah seperti Sungei Wang atau Mid Valley, mereka akan bingung menjelaskannya bahkan mungkin mirip dengan orang-orang Indonesia ketika seorang Bule bertanya dalam bahasa inggris, mereka memanggil rekannya untuk bareng-bareng menjelaskan dalam bahasa inggris yang pas-pasan. Jangankan pada penjual, coba bertanya pada satpam, hasil yang sama akan anda dapatkan. Lantas bahasa Mandarinnya ? sama saja..! mereka kebanyakan bicara dalam bahasa kong hu. lebih mudah berbicara dalam Bahasa Indonesia ketimbang Bahasa Inggris di Malaysia. daripada ngulang2 ngomong “I would love some ice tea, but with less ice”, mending bilang aja langsung “teh chinese , pakai es sikit saja”.

Petaling Street

Petaling Street

Di Kuala Lumpur, orang-orang India akan memilih berbicara dalam bahasa India lalu kemudian Inggris kepada orang lain, orang-orang chinese akan memilih berbicara dalam bahasa Kong Hu, lalu mandarin, lalu inggris, orang-orang melayu akan memilih berbicara bahasa melayu, lalu inggris, namun semua ras di Malaysia bisa dan mengerti bahasa Melayu. Makanya mereka akan lebih senang apabila kita menggunakan Bahasa Indonesia ketimbang Bahasa Inggris, bayangkan saja mau pesen nasi campur aja harus ada 5 sampe 6 pedagang yang ngumpul cuman buat saling menerjemahkan ice tea menjadi “teh sejuk tidak pakai susu”.

Indonesia

The Beauty of Indonesia

Kita semua di Indonesia tentunya tau, sumber alam di Indonesia apabila dibandingkan dengan Malaysia, kita jauh lebih berlimpah dibanding Malaysia. Lalu dengan orang-orang yang seperti aku ceritakan diatas, apa donk yang bikin mereka lebih baik dalam hal standar hidup ?

Beberapa hari di Malaysia, aku menyadari satu hal, mereka memang bukan orang yang disiplin sekali, tapi mereka hanya sedikit lebih disiplin dibanding orang-orang Jakarta. disitu setiap ada jembatan penyeberangan, pasti ada eskalatornya, coba bayangkan kalo hal yang sama dilakukan di Jakarta.. apa nasibnya tu eskalator ? tidak lupa juga kutambahkan, fasilitas transportasi umum di situ pun bersih dari vandalism..!

Kawan, saat ini yang ada dalam pikiran aku adalah : “Lantas apa dengan sedikit lebih disiplin saja sudah lebih cukup ? Lalu mengapa mereka bisa lebih baik dari kita ?”





Ketika seorang karyawan berkata “cukup..!”

31 01 2009

Aku harus mengawali post ini dari sebuah cerita, tentang professional kantoran yang telah berkata “cukup” dan keluar dari perusahaan tempat dia bekerja, yang kemudian memulai usahanya sendiri berdasarkan kemampuan professionalitas yang dia miliki.. well, here we go;

Ada seorang chef yang telah bekerja selama 9 tahun di sebuah restoran hotel berbintang lima terkenal di Jakarta.. karena satu dua hal, dia memiliki perbedaan pendapat dengan management hotel, dia memutuskan untuk keluar dari tempatnya selama ini mencari sesuap berlian serta mencoba memulai usahanya sendiri dengan bekal keahlian dan idealismenya..

Dia menyewa sebuah ruko di daerah ramai, dan mendesainnya secara sederhana.. Setelah menyewa beberapa orang pekerja, dia memulai bisnis rumah makan kecil-kecilannya.. 

Lantas apakah kisahnya berakhir bahagia ? lima bulan berlalu, meskipun daerahnya ramai, restorannya sepi.. lima bulan dia tidak melihat adanya harapan.. ditambah lagi kebiasaannya bekerja di hotel bintang lima, membuatnya secara tidak sadar menggunakan konsep bintang lima yang dia sederhanakan sendiri sesuai modalnya, tetapi akhirnya malah mengakibatkan membengkaknya biaya operasional.. dia pun harus mencari jalan keluar untuk bertahan..

Seiring waktu, dia mulai mengerti apa yang dia perlukan selain kemampuannya dalam hal memasak, selain keyakinannya atas kualitas dan rasa produk yang dia ciptakan, dia mulai mengerti hal lain dalam prinsip marketing yang diperlukan oleh bisnisnya, promosi..! dia tau dan sadar kalau hanya dia yang tau bahwa masakannya enak adalah sia-sia, dia harus memberitahu orang lain bahwa masakannya enak.. Tanpa pikir panjang, dia pun langsung mempromosikan rumah makannya melalui forum yang biasa dia ikuti di internet.. hasilnya ? Restoran kecilnya benar-benar kebanjiran pengunjung..!! Tetapi masalah bukannya selesai, malah bertambah banyak, namun masalah kali ini adalah masalah yang baik..

Masalah itu dimulai dari kurangnya meja dan peralatan makan, seringnya kehabisan stok makanan, banyaknya pengunjung yang tidak sabar, sampai waktu memasak yang semakin lama.. Agar dia tidak kehilangan pengunjungnya, dia pun royal memberikan free service, “demi kepuasan pelanggan” maksudnya..

Satu hari telah dia lalui dan dia berhasil bertahan dari banjir pengunjung yang gila-gilaan, ia tutup hari itu dengan bersenang-senang bersama karyawannya karena lima bulan sudah mereka duduk lesu sambil terkadang ke dapur untuk memasak..

****

Cerita ini belum selesai, karena baru saja tadi aku melihat sang chef dan karyawan-karyawannya sedang duduk-duduk saling tersenyum satu sama lain..

Kejadian hari ini membuat aku lantas berpikir akankan aku juga bisa seperti itu ? sang chef telah keluar dari pekerjaan tetapnya untuk mengadu nasibnya setelah bertahun-tahun memasak dalam gemerlapnya hotel bintang lima, memasak dengan segala fasilitas restoran berkelas, dibantu staff yang memiliki tugas dan keahliannya masing-masing yang mereka dapatkan dari sekolah, memasak dengan tidak perlu memikirkan hal lain, cukup memasak saja..

Professional telah bekerja dengan dibantu professional-professional lain sehingga tidak memperhatikan hal-hal penting lain.. misalnya auditor yang tidak mengetahui konsep marketing, marketer yang tidak mengetahui konsep logistik, atau pun akuntan yang taunya hanya pembukuan.. professional didesain untuk tidak memikirkan hal lain selain bidangnya sendiri..

Temanku, renungkan pertanyaan ini :
“Apakah aku memiliki sesuatu yang bisa membuatku bertahan hidup, apabila aku kehilangan periuk nasiku saat ini..?”





Tutorial Naik Lift

21 01 2009

1. Memeriksa Lift

Untuk menaiki sebuah lift dan belajar menaikinya, tentunya anda memerlukan sebuah lift. Cukup sebuah! Jangan dua! Sungguh! Akan menjadi sulit jika anda menaiki dua lift sekaligus. Saya pun akan kesulitan menuliskan tata caranya!

Setelah anda menemukan sebuah lift, ada baiknya anda memastikan bahwa lift tersebut bekerja dengan baik. Cara memastikannya adalah dengan menunggu, yup menunggu! Anda bisa menunggu seseorang untuk menaiki lift tersebut. Jika orang yang menaiki akhirnya menghilang ,maka bisa di pastikan lift tersebut bekerja dengan baik. Namun jika orang yang menaiki lift tetap berada di dalam lift setelah menaikinya, maka bisa jadi orang tersebut belum mengerti cara menaiki lift. Atau liftnya yang rusak. Maka biarkan orang mencobanya dahulu, agar anda tidak terlalu tolol.

Jika anda tidak menemukan seorangpun yang akan menaiki lift, ada baiknya anda mempromosikan lift tersebut supaya ada orang yang berminat menaikinya. Cara berpromosi sangat banyak, salah satunya adalah merayu orang supaya menaiki lift tersebut dengan janji akan di belikan permen rasa vanilla atau membeberkan kehebatan lift tersebut. Karang aja sebuah cerita bahwa cinta laura pernah menaiki lift tersebut bersama tukul misalnya. Paling tidak membuat orang tertarik untuk menaikinya. Jika masih saja belum berhasil maka ada baiknya anda belajar ilmu bela diri dahulu, supaya bisa mencengkeram orang lain dan menjebloskannya ke dalam lift. Jangan pernah menyerah! Thomas Alfa Edison aja berulang kali gagal kok.

Setelah pasti lift tersebut bisa berfungsi dengan baik, maka lakukan pengecekan tahap ke dua. Caranya adalah dengan memperhatikan setiap lampu di dalam dan diluar lift berfungsi dengan baik. Tidak ada yang padam apa lagi gosong. Perhatikan pula dinding- dinding lift. Pastikan tidak ada tanda- tanda kebakaran di situ. Jika lift terlihat kotor, anda sebaiknya menghubungi petugas kebersihan untuk mengajukan complain terhadap lift tersebut. Jika petugas kebersihan menolak membersihkan lift maka janganlah anda menelepon polisi! Hal ini dapat membuat pengelola gedung marah, karena sulit mencari petugas kebersihan saat ini. Maka sebaiknya yang anda lakukan adalah bersukarela menyapu dan mengepel lift yang akan anda naiki. Anggaplah hal tersebut merupakan kerja bakti di kampung halaman anda.

Setelah lift bersih, anda dapat mebanggakan diri anda kepada orang di sekitar tentang hasil kerja anda. Pasanglah spanduk jika perlu. Hubungi partai politik dan katakan bahwa anda peduli kebersihan, sapa tau mereka tertarik menjadikan anda wakil rakyat dalam pemilu 2009 besok. Jika anda telah menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat jangan pernah melupakan tulisan ini.

 

2. Memasuki Lift

Setelah lift terjaga kebersihannya mulailah melangkah memasuki lift. Jangan ragu, anda akan terlihat konyol jika memasukinya dengan ragu- ragu. Setelah memasuki lift, anda dapat melihat beberapa tombol di situ. Sebaiknya kita tidak sembarangan memencet tombol, karena salah satu tombol di situ berfungsi untuk menghancurkan lift tersebut berikut isinya. maka pandangi aja tombol yang ada tulisan angka–angkanya. Angka tersebut bisa tertulis di dekat tombol atau beberapa lift yang modern menuliskan angkanya di tombol. Angka-angka tersebut merupakan lantai yang menjadi tempat pemberhentian lift. Anda dapat memilih beberapa tempat tujuan atau cukup satu saja semuanya terserah anda. Jika anda memilih beberapa tempat tujuan maka, lift akan berhenti di setiap tempat yang tombolnya anda tekan. Oh iya lupa, jika ada petugas yang menarik pungutan atas keinginan anda menaiki lift, sebaiknya jangan di turuti! Karena seringkali petugas tersebut gadungan, mereka hanya menyamar seperti petugas, untuk mendapatkan uang secara tidak halal!

Setelah anda menekan salah satu tombol, biasanya pintu lift akan tertutup. Jangan panik jika hal ini terjadi, dan jangan mencoba mendorong pintu lift. Gak bakal ada gunanya sungguh! Tetap tenang, ada baiknya jika anda memilih angka tertinggi supaya dapat menikmati enaknya naik lift. Anda mungkin akan merasakan sedikit mual.. hanya sedikit.. sedikit sekali.. okelah mungkin juga tidak sama sekali.

Pada saat lift mulai menanjak. Anda dapat menikmati pemandangan lampu lift yang berkedap kedip setiap kali lantai di lewati, tentunya pemandangan ini hanya terjadi jika anda memilih tombol dengan nilai tertinggi tadi. Pandangilah lampu penunjuk tersebut. Beberapa lift modern menyediakan lampu berupa angka untuk hal tersebut. Anda dapat menikmati tontonan angkanya. Sangat jarang anda mendapatkan camilan atau minuman di dalam lift, maka ada baiknya jika anda membawa sendiri semua hal tersebut. Anda dapat memberikan informasi lokasi lift yang memberikan camilan dan minuman gratis, melalui komentar agar saya juga dapat mencobanya.

 

3. Prosedur Keamanan di dalam Lift

Prosedur keamanan dan standart keselamatan di dalam lift, seringkali kurang di perhatikan oleh para penumpang lift. Juga pihak pengelola lift biasanya tidak memberikan bantalan pelindung jika terjadi benturan di lift nya. Anda bisa membawanya dari rumah. Jika di dalam lift anda tidak dapat menggunakan ponsel, maka jangan panik. Karena hal tersebut memang sering terjadi, yakinlah anda bisa menggunakan ponsel anda kembali setelah keluar dari lift. Beberapa lift memang memiliki kemampuan khusus secara otomatis untuk mematikan sinyal ponsel. Kemampuan tersebut sengaja di tanamkan oleh pabrik, supaya lift dapat naik dan turun dengan aman. Teknologi ini belum diadopsi oleh pesawat terbang, sehingga kita harus melakukan secara manual jika di pesawat terbang. Di lift semuanya otomatis.

 

4. Turun dari Lift

Setelah pintu lift terbuka kembali, itu artinya anda telah sampai di tempat tujuan. Yang merupakan lantai di mana tombol yang anda tekan tadi. Keluarlah dari lift secara teratur dan dengan posisi yang benar. Usahakan melangkah menggunakan kaki kiri terlebih dahulu supaya tidak terjatuh.

Jika ada orang yang berdiri di depan anda, dan tidak ada tanda-tanda hendak melangkah. Maka teriakkan saja kalimat jampi–jampi yang merupakan sebuah mantra anti di halangi. Mantra ini telah terbukti manjur untuk di gunakan di seluruh Indonesia. Teriakkan saja mantranya ‘PERMISI’ cukup dah gitu saja.Dan jika dalam keadaan darurat orang tersebut tetap tidak beranjak dari tempatnya anda bisa mendorongnya, untuk pertama kali baiknya menggunakan dorongan yang keras. Namun jika doroangan yang keras membuat orang tersebut marah atau naik pitam, cobalah menyuruhnya untuk mengulangi dan lakukan dengan pelan.

 

5. Selesai

Setelah keluar dari lift, anda boleh berbangga diri dengan keberhasilan anda! Rayakan hal tersebut dengan berpesta 7 hari 7 malam memakan coklat 7 rupa dan mandi 7 hari 8 bulan. Anda berhak atas semua itu. Jika anda berniat untuk turun ke lantai bawah menggunakan lift lagi maka lakukanlah prosedur awal.

Jangan lupa untuk selalu mencuci kaki dan wajah sebelum menggunakan lift. Dan sebaiknya anda tidak merokok di dalam lift. Gunakan pakaian yang sopan dan makan 3 kali sehari secara teratur.

Selamat bersenang-senang..!








Follow

Get every new post delivered to your Inbox.